HNW: Konflik Antaragama Bukan dari Ajaran Agama

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 17:40 WIB
Foto: dok. MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyebut umat beragama di Myanmar, China, Palestina, dan India menjadi korban konflik dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh umat beragama lain. Padahal seharusnya sesama umat beragama menjadi solusi dari konflik, termasuk konflik yang sedang terjadi di Asia.

"Karena konflik antaragama bukan bagian dari ajaran agama-agama," ujar HNW dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2019).

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti lokakarya bertema 'Membina Dialog Antaragama dan Intraagama untuk Mengurangi Konflik di Asia Selatan dan Tenggara'. Lokakarya itu digelar oleh KAICIID dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang bekerja sama dengan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) dan Gusdurian Foundation.


Melihat kondisi umat beragama di Asia hari ini, menurut HNW, seharusnya semua umat beragama berpikir lebih keras. Peristiwa yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar, etnis Uighur di China, umat Islam di India dan Palestina sangat memprihatinkan.

HNW mengatakan, untuk menyikapi kondisi tersebut, seharusnya umat beragama tidak lagi hanya bicara basi-basi, tapi harus betul-betul menghadirkan komitmen beragama yang melahirkan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab terhadap hubungan antarpihak.

"Supaya umat beragama betul-betul menjadi bagian dari solusi untuk menuntaskan beragam masalah yang sedang terjadi," tegas HNW.


HNW juga menjelaskan maksud dari kegiatan lokakarya adalah mendialogkan beragam kondisi keberagamaan di Asia Selatan dan Tenggara. Selain itu, mencari titik temu yang bisa menghadirkan beragama yang membawa harmoni dan kehidupan yang semakin damai dan toleran.

"Harapannya, umat beragama memahami bahwa beragama bukan untuk menghadirkan konflik, melainkan justru menjadi bagian dari solusi untuk masalah dan konflik. Adapun topik yang dibahas adalah relasi antara Islam dan Buddha. Meski temanya Islam dan Buddha, yang diundang beragam latar belakang agama," ucapnya.

HNW menambahkan, dialog ini menggunakan pendekatan organisasi sosial dan keagamaan. Sejumlah tokoh lintas agama hadir dalam forum ini. Ia berharap forum ini memberikan spektrum yang lebih luas untuk kedua agama dan menjadi bagian yang terus mengokohkan kehidupan yang harmoni di Asia.


Tonton juga JK: Perang Melibatkan Agama Itu Paling Sulit, Orang Tak Takut Mati :

[Gambas:Pasang Mata]

(prf/ega)