Mendes Ingatkan BUMDes Selektif Pilih Sektor Usaha

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 17:14 WIB
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengingatkan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus selektif dalam memilih sektor usaha. Menurutnya, sektor usaha yang dipilih BUMDes harus melewati kajian sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa.

"Kita ingin ada percepatan di BUMDes," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2019).

Hal itu diucapkannya saat menerima kunjungan rombongan anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta. Sebagai informasi, Jatim memiliki sejumlah BUMDes yang bisa jadi contoh seperti BUMDes di Desa Pujon Kidul yang bergerak di sektor wisata.


Meskipun begitu, Halim mengatakan masih terdapat beberapa desa yang belum mengembangkan BUMDes-nya dengan baik.

"Misalnya yang terjadi di Batu, ada APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) di dalam nomenklatur pembangunan desa kisaran angkanya Rp 300 juta untuk BUMDes, tapi pada akhirnya BUMDes-nya bingung mau bangun apa," ucapnya.

"Ini di Jawa Timur, lalu kemudian bagaimana yang jauh di Kalimantan, Sulawesi, NTT, daerah perbatasan tentu jauh lebih rumit," imbuhnya.

Halim juga mengatakan tengah merancang pertemuan dengan sejumlah perguruan tinggi untuk meng-input masukan-masukan dan memperkuat sinergitas terkait percepatan pengembangan BUMDes. Selanjutnya ia juga akan fokus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Saya ingin mendapat masukan dan tentu sinergitas untuk percepatan pembangunan," ujarnya.


Di sisi lain, Halim juga mengungkapkan tekadnya untuk menciptakan desa surga. Menurutnya, desa surga akan memberikan kenyamanan, kedamaian, dan ketentraman bagi masyarakat desa. Di dalam desa surga, semua konsep dasar kebijakan dilaksanakan semata-mata hanya untuk warga.

"Cita-cita saya ke depan bukan hanya bagaimana untuk memperbanyak desa mandiri sesuai dengan Indeks Desa Membangun (IDM), tapi kita juga ingin punya desa yang disebut desa surga," terangnya. (prf/ega)