Arab Sempat Suplai, Dana Teroris Azahari Cs dari Jualan Voucher
Senin, 21 Nov 2005 15:12 WIB
Jakarta - Negeri minyak Arab Saudi ternyata sempat menjadi sumber dana utama bagi kegiatan teroris di Indonesia. Namun setahun lalu aliran dana itu terputus. Tak putus akal, teroris jualan voucher HP."Satu tahun yang lalu polisi berhasil menangkap satu teroris. Dari pengakuannya ia menerima kiriman uang dari Arab Saudi untuk kegiatan terorisme di Indonesia," ungkap Kapolri Jenderal Pol Sutanto.Hal ini disampaikan dia dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (21/11/2005).Sayangnya, Kapolri menolak menyebutkan teroris yang tertangkap itu dan tempat penangkapannya, termasuk kapan penangkapan itu dilakukan.Akibat ditangkapnya orang tersebut, dana operasional itu akhirnya terputus, sehingga komplotan Dr Azahari dan Noordin M Top kesulitan menggalang dana saat ini. "Misalnya seperti Imam Samudera (terpidana mati bom Bali I) yang sempat merampok untuk mendanai kegiatannya," tutur Kapolri.Mandeknya aliran dana dari Arab Saudi, lanjut Kapolri, membuat komplotan teroris di Indonesia memutar otak untuk menghasilkan uang. Saat ini modus mereka adalah berdagang voucher HP, yang per harinya bisa untung sampai Rp 5 juta."Karena itu saat ini saya sedang menggalang kerjasama dengan kepolisian negara lain, misalnya polisi di ASEAN untuk melihat jaringan pendanaan dan jalur pendanaan mereka," katanya.Selain terputusnya sumber dana, Polri juga berhasil memutus jaringan kurir mereka yang umumnya tidak saling mengenal satu sama lain.Terkait:* Diplomat Asing dan Warga Malaysia Danai Azahari Cs
(umi/)











































