Polisi: Satu Pelaku Urung Tikam Mahasiswa UMI Makassar karena Sesama Mapala

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 17:59 WIB
Rekonstruksi kasus penikaman mahasiswa UMI Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar - Rekonstruksi kasus penikaman yang menewaskan mahasiswa Fakultas Hukum UMI Makassar, Andi Fredy, selesai dilakukan. Polisi mengatakan korban ditikam lantaran tertinggal oleh rekan-rekannya yang berhasil melarikan diri dari serangan komplotan pelaku.

"Kebetulan korban ini pernah kecelakaan, kakinya pernah patah, jadi larinya mungkin agak lambat dari teman-teman yang lain sehingga dia menjadi korban," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko kepada wartawan pascarekonstruksi di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Kamis (19/12/2019).



Rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 14.58 Wita itu menunjukkan korban sedang menikmati kopi di Kafe Bus samping Fakultas Hukum UMI Makassar. Namun kemudian korban dan rekan-rekannya diserang komplotan pelaku yang bersenjata parang dan badik pada Selasa (12/11).

Indratmoko mengatakan salah satu tersangka Indra Rospandi sempat hendak menikam korban. Namun niat itu diurungkan lantaran pelaku menganggap korban anggota Mapala.

"Jadi pelaku yang pertama kan Indra nih, dia mau tikam. Tapi, ketika mau tikam, korban ini ada pakai slayer. Dia kira korban ini anggota mapala karena kebetulan dia mapala," kata Indratmoko.



"Jadi datanglah pelaku (Yusril) ini langsung melakukan penikaman," sambung Indratmoko.

Korban sempat mendapat perawatan medis di RS Ibnu Sina Makassar, namun nyawanya tidak tertolong. (idn/idn)