Mesin Waktu

Inilah Perancang Tsar Bomba yang Lebih Kuat dari Bom Atom

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 17:44 WIB
Fisikawan nuklir Uni Soviet, Andrei Sakharov, saat diwawancarai dalam konferensi yang digelar Soviet Union Academy of Sciences. (RIA Novosti)
Jakarta - Hari ini pada 1986, ahli nuklir Uni Soviet bernama Andrei Dmitrievich Sakharov dibebaskan dari tempat pengasingannya di Gorky. Sakharov berperan besar dalam merancang Tsar Bomba, bom hidrogen yang punya kekuatan 1.000 kali lebih besar daripada gabungan bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Lulusan Moscow State University ini awalnya bekerja di sebuah laboratorium pabrik senjata di Ulyanovsk sebagai bagian pengabdian pada negara dalam masa perang.


Setelah perang berakhir, Sakharov memboyong keluarganya kembali ke kota kelahirannya, Moskow. Dia memperdalam ilmu fisika di The Lebedev Physics Institute of the Soviet Academy of Sciences (FIAN). Dua tahun kemudian, dia berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

Saat mentornya bernama Igor Y Tamm ditunjuk sebagai pimpinan grup peneliti khusus di FIAN untuk menyelidiki kemungkinan pengembangan sebuah bom termonuklir yang juga dikenal dengan bom hidrogen, Sakharov diajak bergabung. Di kelompok itu, Sakharov bergabung dengan ilmuwan lain, seperti Vitaly Ginzburg dan Yuri Romanov.

Ilmuwan-ilmuwan Soviet itu menemukan sejumlah ide pokok pengembangan bom hidrogen setelah melewati beberapa tahap. Khusus untuk Sakharov, pria yang lahir pada 1921 itu merancang desain bom hidrogen dengan performa tinggi, menggunakan kompresi radiasi dikenal dengan 'The Third Idea'.


Tonton juga Korut Mau Lanjutkan Proyek Nuklir, Trump: Kami Punya Sanksi Penuh :


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4