Resmikan IPWL Kalsel, Mensos: NAFZA Harus Dimusuhi, Bukan Orangnya

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 16:46 WIB
Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom
Jakarta - Menteri Sosial Juliari P Batubara meresmikan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Intan Banua di Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan. Dalam peresmian itu, Juliari didampingi oleh sang istri, Grace Batubara, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan dan Pimpinan IPWL Intan Banua Gandes Pratiwi.

"Di seluruh Indonesia, IPWL yg kita miliki ada 6. Ada di Sumatera Utara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan ini satu di antara 6 IPWL yang kita miliki," ujar Juliari saat peresmian, Kamis (19/12/2019).

"Di luar itu ada 178 IPWL yang dikelola oleh masyarakat bekerja sama dengan provinsi," tambahnya.

Juliari menambahkan, Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAFZA) harus diperangi, tapi bukan berarti memusuhi para pengguna yang sudah terjerumus. Menurutnya, dalam mengatasi orang yang memiliki ketergantungan narkoba, perlu fasilitas rehabilitaai dan pendampingan agar pengguna kembali pulih.


"Saya kira NAFZA ini memang harus perangi tapi jangan musuhi orangnya karena mereka ini saudara kita. Dan tentunya mereka yang memang harus direhab kita juga wajib menyediakan fasilitas yang layak sehingga mrk bisa berangsur menjadi sembuh dan bisa beraktivitas normal kembali di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Juliari berharap generasi muda saat ini yang juga tren disebut kaum milenial, tidak terpengaruh oleh NAFZA karena mereka akan menjadi generasi ke depan untuk kemajuan Indonesia.

"Generasi milenial itu polulasinya ada 129 juta . Mungkin separuh populasi kita adalah milenial. Sehingga kita harus persiapkan mereka agar mereka bisa jadi anak muda yg cemerlang dan menjadikan Indonesia ini negara yang maju," harapnya.


Saat ini, lanjut Juliari, prioritas pemerintah adalah untuk menciptakan SDM unggul. Jadi ini berbanding lurus instalasi IPWL dengan penciptaan SDM unggul.

"Tidak mungkin SDM unggul terlibat narkoba. Makanya kita gunakan fasilitas ini dengan sebaiknya sehingga kita bisa punya masyarakat yang lebih sehat dan anak muda kita bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih cemerlang lagi," jelasnya.

"Mudah-mudahan IPWL ini benar-benar nyata kontribusinya bagi SDM, khususnya anak muda ke arah yang lebih unggul lagi," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Juliari pun menyempatkan diri untuk meninjau ruangan rehabilitasi dan menyapa para mantan pengguna narkoba. Ia pun membubuhkan tulisan sebagai kenangan di papan hitam untuk para penghuni IPWL. "Bersama, bersatu, bergandengan tangan mewujudkan Indonesia bebas narkoba," tulisnya. (ujm/ega)