KLHK Jelaskan Fenomena Munculnya Ular Kobra di Permukiman

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 16:42 WIB
Foto: Kasubid Sumber Daya Genetika Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Moh Haryono (kiri, baju putih) dalam diskusi penanganan ular. (Wilda-detikcom)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan kemunculan ular-ular kobra tak terlepas dari musim hujan yang mengakibatkan sarang atau lobang mereka tergenang air. warga diminta tidak langsung membunuh ular bila ditemui.

Kasubid Sumber Daya Genetika Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Moh Haryono memaparkan ular biasanya bertelur saat musim kemarau. Semakin panjang musim kemarau, maka semakin banyak telurnya. Telur itu akan menetas saat musim hujan.

"Itu yang mungkin salah satu faktor yang menyebabkan anak-anak ular ini keluar dari tempatnya. Apalagi tentunya ketika hujan deras itu lubang-lubang dimana tempat berlindung dia itu tertutupi oleh air dan dia akan keluar dari lubangnya dari tempat hidupnya," kata Haryono dalam diskusi di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (19/11/2019).


Haryono menjelaskan setiap satwa atau makhluk hidup memiliki naluri alamiah akan berpindah dari tempat yang kurang aman ke yang lebih aman, lebih kering dan lebih tinggi. "Itu saya kira makhluk hidup mempunyai naluri alamiah seperti itu, akan mencari tempat yang selalu dipandang lebih aman," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2