Polisi: Proses Hukum Kasus Nenek Tewas Ditabrak Harley Jalan Terus

Farhan - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 15:05 WIB
Harley-Davidson yang menabrak nenek dan cucu di Bogor. (Farhan/detikcom)
Bogor - Pihak keluarga Siti Aisah (52), pejalan kaki yang tewas setelah ditabrak Harley-Davidson, memilih jalan damai. Mereka menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Polresta Bogor Kota menegaskan akan tetap meneruskan proses hukum terhadap pengendara Harley, Heru Kurniawan.

"Masalah ada desas-desus di luar ada proses damai dan lain-lain, kita belum lihat itu, belum ada di kita, dari polisi secara tertulis itu belum ada. Hanya ada desas-desus mau damai, mau damai. Kalau memang itu, ada dong pernyataan dan lain-lain," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Kamis (19/12/2019).

"Yang jelas proses hukum tetap berjalan, nanti masalah ada damai dan tidak damai, itu nanti kita timbang-timbang. Prosesnya nanti ditahan atau tidak ditahan, itu nanti kita lihat. Yang jelas sampai saat ini proses hukum tetap berjalan," sambung Hendri.


Namun, kata Hendri, meskipun nantinya ada proses damai secara tertulis dari pihak korban dan pelaku, pihak Polresta Bogor Kota akan tetap melanjutkan proses hukum hingga ke pengadilan.

"(Keluarga korban cabut laporan) Silakan saja, itu nanti jadi pertimbangan. Sampai saat ini kan belum ada. Bahan pertimbangan kita apakah proses ini kita tangguhkan penahanannya atau tidak, tapi proses perkara bergulir ke pengadilan," tegas Hendri.


Seperti diberitakan sebelumnya, Heru Kurniawan, karyawan di perusahaan BUMN, dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolresta Bogor Kota karena menabrak Siti Aisah (52) dan cucunya, AN (5), saat menyeberang di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor pada Minggu (15/12/2019). Dalam kejadian tersebut, Aisah meninggal dunia. Sementara itu, si cucu hanya mengalami luka-luka dan sempat menjalani perawatan di RS PMI Bogor.

Heru ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 310 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Namun belakangan, pihak keluarga memilih jalan damai dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.

"Kita sekarang minta ini secara kekeluargaan. (Ingin cabut laporan?) iya betul. Sudah ikhlas semua, keluarga saya ikhlas semua. Karena ini kan namanya kan musibah kan," kata Sahroni kepada wartawan di Kantor Satlantas Polresta Bogor Kota, Jalan Kedunghalang, Kota Bogor, kemarin.


Simak Video "Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak Mobil, Ini Kata Pihak Grab"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)