Round-Up

Babak Baru Polemik Kunker Gubernur Sumbar

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 08:35 WIB
Foto: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Dok APPSI).
Jakarta - Polemik kunjungan kerja Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno ke luar negeri memasuki babak baru. Membantah Kemendagri yang menyatakan perjalanan dinas Irwan sesuai prosedur, pengusul hak interpelasi terhadap Irwan, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade menuding Gubernur Sumbar ke luar negeri saat ada status tanggap darurat di wilayahnya.

"Tanggap darurat di Solok Selatan dimulai dari 22 November. Hari ini tanggal 16 Desember. Gubernur Sumbar sampai sekarang belum juga datang ke Lokasi bencana. Bahkan yang bersangkutan bisa berangkat ke Kolombia," ujar Andre melalui akun Twitter-nya, Selasa (17/12/2019).

Kabupaten Solok Selatan dilanda banjir bandang pada 20 November lalu. Masa tanggap darurat di Solok Selatan ditetapkan sejak 22 November 2019 hingga 5 Desember 2019. Kemudian masa tanggap darurat diperpanjang hingga sampai 19 Desember.


Adapun Gubernur Irwan bertolak ke Kolombia dari tanggal 10 hingga 16 Desember 2019. Dia ke Kolombia untuk memenuhi undangan Ditjen Ditjen Kebudayaan Kemendikbud untuk menghadiri kegiatan Fourteenth Seassion of the Intergovernmental Committee for the Safe Guarding of The Intangible Cutural Heritage.

Andre menyebut perjalanan dinas Irwan itu bertentangan dengan Permendagri No 59 Tahun 2019. Anggota DPR RI ini pun menyoroti soal Irwan yang belum meninjau Solok Selatan sejak bencana melanda di wilayah tersebut.

"Permendagri No 59 tahun 2019 di Pasal 9 menyebutkan Perjalanan Dinas tidak dapat dilakukan apabila terjadi bencana alam di wilayahnya. Faktanya pak Gubernur tetap jalan meski terjadi tanggap darurat di Solok Selatan (Solsel). Bahkan sampai saat ini beliau belum juga datang ke Solsel," kata Andre.

Babak Baru Polemik Kunker Gubernur SumbarFoto: Andre Rosiade/Dok Istimewa

Dalam Pasal 9 Permendagri nomer 59 Tahun 2019 itu, disebutkan bahwa perjalanan dinas kepala daerah tidak dapat dilakukan, jika terjadi bencana alam di wilayahnya, terjadi bencana sosial di wilayahnya, ada pemilihan umum baik itu Pileg, Pilpres atau Pilkada.

Irwan belum memberi respons soal tudingan yang menyebut perjalanan dinasnya menyalahi aturan. Namun ia menegaskan, perjalanan dinasnya ke luar negeri tak ditutup-tutupi sebab semua kegiatannya ia posting di media sosial.

"Silakan di cek. Sayapun kalau keluar negeri, di Instagram saya. Facebook saya. Semua kegiatan tampil. Realtime. Gak ada yang disembunyikan," ungkap Irwan kepada wartawan, usai acara Launching Rencana Merger Bank Perkreditan Rakyat di Padang, Sumatera Barat, Selasa (17/12/2019).

Irwan pun berencana kembali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri bulan ini. Meski disorot soal aksi perjalan dinas ke luar negerinya yang terlalu banyak, itu tak menyurutkan niat Irwan.


Tonton juga Detik-detik Jalan Amblas dan Rumah Terseret Air di Sumbar :


Selanjutnya
Halaman
1 2 3