Arman alias Agus Puryanto Pernah Ajak Teman Kuliah Jihad ke Ambon
Senin, 21 Nov 2005 11:08 WIB
Solo - Teman seangkatan Agus Puryanto di STAIN Surakarta memang tinggal beberapa gelintir, apalagi yang cukup akrab dengannya. Salah satu teman seangkatannya di Jurusan Tarbiyah yang masih kuliah adalah Ibnu Syina. Kepada Ibnu, sekitar setengah tahun lalu, Agus pernah mengajak untuk berjihad.Dalam penilaian Ibnu, Agus termasuk sosok yang cukup keras dalam pandangan keagamaannya. Pada awal masuk kuliah, kata dia, Agus cukup gampang bergaul dan tidak memilih-milih teman. Namun sejak semester IV, dia melihat ada perubahan pada diri Agus yang mulai menyaring teman."Saya termasuk yang sering diajak ngobrol. Mungkin karena dia tahu saya pernah nyantri di Ngruki meskipun tidak sempat tamat, sehingga dinilai cocok diajak tukar pikiran. Setiap bertemu yang dia obrolkan soal aqidah. Yang sering dia sampaikan adalah berjihad di jalan Allah harus turun langsung ke medan perang dengan memegang pedang," ujar Ibnu di kampus STAIN, Senin (21/11/2005)."Bahkan sekitar setengah tahun lalu dia mengajak saya untuk berjihad ke Ambon. Saya tidak sependapat dengannya namun kepadanya saya berikan alasan bahwa saya tidak bisa mengambil keputusan seketika karena saya sudah berkeluarga dengan satu orang anak. Tapi sepertinya dia juga tidak berangkat ke sana karena saya lihat dia masih sering ke kampus setelah itu," lanjutnya.Agus menjadi lebih dekat secara pribadi dengan Ibnu dalam beberapa waktu terakhir, selain karena sering diajak ngobrol itu juga teman-temannya seangkatan banyak yang sudah lulus. Sedangkan Ibnu hingga saat ini juga masih menyelesaikan skripsi tahap akhir.Seingat Ibnu terakhir kali dia melihat Agus di kampus sekitar awal Agustus lalu. Saat ini Agus tidak memperlihatkan tanda-tanda akan pergi jauh atau hendak meninggalkan perkuliahan. Ibnu juga tidak mengetahui bahwa temannya itu sudah tidak lagi mengurus registrasi dan Agus juga tidak bercerita tentang itu.Pendukung Ba'asyirLebih lanjut Ibnu menceritakan bahwa selama bergaul dan intens melakukan dialog, Agus belum pernah mengutarakan persetujuan adan dukungannya terhadap kegiatan peledakan bom yang marak di Indonesia akhir-akhir ini. Yang sering disampaikan hanyalah tentang pandangan jihad serta mengaku sebagai pendukung Ba'asyir."Yang sering disampaikannya kepada saya adalah arti dan pelaksanaan jihad. Dia sama sekali tidak pernah menyinggung kelompok teror apalagi menyatakan dukungan. Sekali dia mengajak saya ya untuk berjihad ke Ambon yang saya tolak itu. Belum dia mengajak saya bergabung ke kelompok tertentu," papar lelaki asal dari Sragen tersebut."Setahu saya dia pernah mangaku sebagai pendukung berat Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Saya memang pernah melihat sendiri di tayangan media dia tampil di barisan depan dalam sebuah aksi mendukung Ustad Ba'asyir. Dia sering aktif berdemo untuk kepentingan itu baik di Solo maupun di Jakarta," lanjut dia.
(nrl/)











































