Sunat Hukuman Pengacara Lucas, Mahkamah Agung Bicara Keadilan

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 16:22 WIB
Lucas (ari/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman pengacara Lucas karena menghalang-halangi KPK dalam menyelidiki kasus dagang perkara di MA. Atas penyunatan itu, MA bicara keadilan.

"Kalau kita bicara keadilan, memang ini kualitatif, nggak bisa dimasukan kuantitatif semata," kata Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah saat menjawab pertanyaan 'apakah karena tidak adanya Artidjo Alkostar alasan MA menyunat hukuman Lucas', di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Abdullah lantas bicara mengenai kasus seorang pencuri yang dikenakan Pasal 362 KUHP. Walaupun latar belakang pencuri itu berbeda, namun tetap dikenakan pasal yang sama. Dia juga memberi contoh pemberian uang saku ke anak sekolah yang memiliki nominal berbeda.

"Ada orang mencuri uang untuk kehidupan dan mencuri uang untuk profesi, sama-sama Pasalnya 362. Tetapi sanksinya pasti berbeda. Dia itulah namanya adil. Saya yakin Bapak Ibu punya anak SD, SMP, SMA, tentunya uang saku tidak sama. Kalau kasih uang saku ke anak SD Rp 100 ribu kebanyakan, bagi perguruan tinggi, kurang," ucapnya.

Terkait dengan kasus Lucas, Abdullah mengaku yakin hakim yang mengadili kasasi Lucas itu telah mempertimbangkan putusannya dengan matang. Dia juga menjelaskan teknis hakim mengadili putusan.

"Masuk ke masalah keadilan, tentunya majelis hakim telah pertimbangakan dengan sungguh-sungguh sesuai tingkatannya. Pertama pada tingkat pengadilan negeri berdasarkan judex facti. Hakim mengadili berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan. Proses persidangan langsung datanya primer, sehingga semua responden atau dalam hal ini alat bukti harus ditunjukkan di persidangan. Sehingga hakim mengadili berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan," kata Abdullah.


Tonton juga Jika Tak Lagi Nakhodai KPK, Agus Rahardjo Cs Mau Ngapain? :


Selanjutnya
Halaman
1 2