Mensos Nilai Bengkel Kerja Bantu Berdayakan Kaum Disabilitas

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 16 Des 2019 19:31 WIB
Foto: Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menilai dengan adanya Bengkel Kerja khusus disabilitas adalah bukti nyata membantu memberdayakan kaum disabilitas. Juliari juga tidak lupa mengapresiasi partisipasi swasta sebagai langkah nyata mewujudkan dua dari lima prioritas program Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan oleh Juliari saat melakukan batu pertama pembangunan bengkel kerja (workshop) khusus bagi penyandang disabilitas. Lebih lanjut menurutnya, terdapat dua prioritas Presiden yaitu pada aspek pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM unggul.

Pembangunan sarana prasarana bagi workshop seperti gedung sarana prasarana, jalan, listrik dan sebagainya. Kemudian, karena workshop untuk memberdayakan disabilitas maka juga sejalan dengan tema Hari Disabilitas Internasional, yakni Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul.

"Prakarsa Metland ini merupakan kontribusi nyata dalam membantu memberdayakan kaum disabilitas, yang saat ini mencapai 21 juta jiwa di Indonesia. Untuk memberdayakan mereka, negara membutuhkan dukungan dari semua baik pemerintah daerah dan tentunya juga dari swasta. Pembangunan ability hub ini saya kira pertama di Asia dan saya harap bisa diikuti dunia usaha lainnya," kata Juliari dalam keterangan tertulis, Senin (16/12/2019).

Workshop atau bengkel kerja khusus penyandang disabilitas ini, dibangun oleh PT Metropolitan Land Tbk melalui Yayasan Metropolitan Peduli (YMP). Nantinya, YMP akan menyediakan lahan dan bangunan untuk bengkel kerja yang disebut sebagai 'ability hub' di kawasan proyek Metland Cibitung, di Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Juliari menilai pembangunan bengkel kerja ini merupakan langkah inovatif dan bentuk nyata dari penyiapan kewirausahaan sosial. Dirinya berharap, nantinya rencana ini akan membawa manfaat sebesar-besarnya tidak hanya untuk para penyandang disabilitas tapi juga masyarakat luas.

Menurut Juliari, workshop ability hub hadir sebagai salah satu alternatif dalam pengembangan SDM disabilitas unggul.

"Dengan keterampilan yang dimiliki para penyandang disabilitas, barang-barang yang diproduksinya akan dibutuhkan oleh pasar. Dalam hal ini industri perhotelan dan perusahaan mitra Metland yang akan membantu memasarkan produknya," katanya.

Ke depannya Juliari berharap, ability hub dapat menjadi salah satu percontohan pusat produksi disabilitas tingkat nasional bagi negara-negara tetangga yang memiliki tantangan serupa terkait disabilitas.

Tak lupa dirinya juga menyinggung pelibatan swasta yang dikatakannya berperan penting dalam mendukung hadirnya negara dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas ini. Dalam hal ini, Metland Cibitung telah berkontribusi aktif dalam pembangunan ability hub ini melalui partisipasinya dalam menyediakan lahan.

"Kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Metland Cibitung atas dukungannya terhadap program pemerintah. Ini investasi jangka panjang Pak. Insya Allah dunia akhirat. Jadi tidak usah dihitung kapan investasi akan kembali," tandasnya.

Di sisi lain, Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menyatakan, Kementerian Sosial belum menghitung berapa banyak SDM yang akan diperbantukan untuk ikut mengelola bengkel kerja ini. Namun, Kemensos memastikan sudah memiliki SDM yang sudah memiliki keterampilan yang nanti bisa diperbantukan ke ability hub ini.

"Kita kan punya SDM yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan di workshop ini. Baik itu kualifikasi trainer maupun sebagai perajin. Siap kita perbantukan," kata Edi.

Dengan kebutuhan sebanyak 12 jenis produk yang akan dihasilkan oleh bengkel kerja, Edi menyatakan kesiapannya. "Kami saja. Untuk 12 unit kerja tadi, saya kira Kemensos bisa mendukung," kata Edi.

Pembangunan bengkel kerja ini memilih lokasi di salah satu klaster di kawasan Metland Cibitung dengan luas total bangunan 1.451 meter persegi luas dan tanah 4.862 meter persegi.

Di sini akan didirikan sebanyak 12 jenis usaha yang akan melibatkan para penyandang disabilitas. Pihak YMP membantu mulai penyediaan sarana prasarana, pelatihan, hingga pemasaran.

Jenis usaha yang akan dikembangkan meliputi pembuatan kaki/tangan palsu, pembuatan hotel amenities, kerajinan tas souvenir/goodie bag, kerajinan pembuatan souvenir, pembuatan alat peraga pendidikan, pembuatan batik, garmen, sablon, lukisan dan grafis, makanan dan minuman, percetakan ATK, dan lain-lain.

Pembangunan ability hub ini tujuannya adalah menyediakan wadah bagi penyandang disabilitas agar dapat menyalurkan keterampilannya, memproduksi barang kerajinan, dan konsumsi. Kemudian juga untuk membantu pemasaran hasil usaha para penyandang disabilitas.

Langkah YMP sejalan dengan semangat pemerintah, termasuk Kementerian Sosial, dalam mengembangkan lingkungan masyarakat yang inklusif terhadap penyandang disabilitas. Dalam kesempatan sebelumnya, Juliardi menekankan, agar masyarakat tidak melihat keterbatasan fisik seseorang, melainkan lebih kepada kemampuannya.

Hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin, Presiden Direktur PT. Metropolitan Land Tbk, Thomas JA, Komisaris PT. Metropolitan Land Tbk Nanda Widya, Ketua HKSN 2019 Krisbudiharjo.


Simak Video "Mensos Ingin Kementeriannya Rekrut PNS Difabel Lebih dari 2 Persen"

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)