Muhammadiyah Ungkap Kejanggalan Saat Diajak Tur ke Xinjiang China

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 16 Des 2019 19:08 WIB
Foto: Muhammadiyah ungkap kejanggalan saat diajak tur ke Xinjiang, China (Lisye Sri Rahayu/detikcom)


Usai kunjungan yang berlangsung selama 17 hingga 24 Februari 2019 itu, Junaidi dan tim memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintahan China melalui Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Salah satu poinnya adalah mereka meminta China untuk memberikan kebebasan beragama kepada warganya.

"Setelah kami kembali, kami sampaikan hasil itu kami sampaikan ke Menlu Bu Retno. Ada beberapa poin antara lain kami minta kepada pemerintah China agar memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah secara terbuka karena itu dijamin oleh piagam PBB. Kami serahkan ke Bu
Retno," kata Junaidi.


"Tetapi saya tidak tahu apakah Bu Retno sudah panggil Dubes China atau sudah diberikan ke China," lanjutnya.

Junaidi kemudian menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima apapun dari pemerintah China. Dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menjual agama dengan cara seperti itu.

"Kami tidak terima apa-apa, bahkan yang diberikan untuk minum kopi itu ya dana yang kami habiskan lebih banyak dari dan yang diberikan untuk minum kopi di air port. Kami tegaskan no money, no corruption, insyaallah kami ormas Islam tetap istikamah, tidak akan menjual harga agama dengan nilai yang sangat murah," pungkas Junaidi.
Halaman

(lir/gbr)