"Semuanya tentu saja akan menjadi pertimbangan. Toh pilkadanya juga masih 2020 bulan September," kata Puan di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).
Selain itu, Puan juga merespons anggapan yang menyebut pencalonan Gibran itu sebagai upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun dinasti politik. Dia menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk maju dalam kontestasi pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, prediksi pemilih PDIP di Solo akan terbelah disampaikan Direktur Eksekutif lembaga survei Median, Rico Marbun. Hasil survei Median menyatakan elektabilitas antara Purnomo dan Gibran hanya selisih 7 persen.
"Pemilih PDIP relatif terbelah pilihannya antara Achmad Purnomo (43,7 persen) versus Gibran (36,7 persen)," kata Rico di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Senin (16/12).
Angka tersebut merupakan hasil survei Median yang dilakukan pada 3 Desember-9 Desember yang lalu. Survei ini melibatkan 800 responden dengan margin of error +/- 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kecamatan dan gender. (zak/azr)











































