Kivlan Zen Jadi Tahanan Rumah, Ini Perjalanan Kasusnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 16 Des 2019 15:55 WIB
Foto: Kivlan Zen di rumahnya setelah menjadi tahanan rumah (dok.istimewa)
Jakarta - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen kini telah menjadi tahanan rumah dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Kivlan dibebaskan dari Rutan Polda Metro Jaya karena alasan kesehatan.

Sebagaimana diketahui, Kivlan Zen merupakan terdakwa kasus kepemilikkan senjata ilegal dan peluru tajam. Pada Senin (16/12/2019), detikcom merangkum kembali perjalanan kasus mantan Kepala Staf Kostrad ABRI ini.

Jadi Tersangka Kasus Makar dan Kepemilikan Senpi Ilegal

Kivlan Zen mulanya ditetapkan menjadi tersangka kasus berita bohong (hoax) dan makar usai hasil Pilpres 2019 diumumkan. Status tersangka itu melekat padanya sejak 27 Mei 2019. Sebelumnya, pada 17 Mei 2019 Kivlan menjalani pemeriksaan selama 14 jam terkait kasus ini.


Tak lama setelah itu, Kivlan ditetapkan menjadi tersangka kepemilikan senjata api (senpi) ilegal pada 29 Mei 2019. Statusnya ini muncul pada hari yang sama di mana Kivlan diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kivlan diduga memiliki senjata api ilegal yang digunakan untuk menyasar empat tokoh nasional dalam demonstrasi 21-22 Mei. Selain Kivlan, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal menyebut sudah ada enam tersangka yang dijerat terkait hal tersebut. Keenamnya adalah Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, dan Asmaizulfi alias Vivi. Jumlah ini bertambah usai politikus PPP Habil Marati juga jadi tersangka.

Kivlan akhirnya ditahan selama di rutan Pomda Jaya Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan sejak 30 Mei 2019. Lalu, pada 11 September 2019 Kivlan dipindah ke rutan Polda Metro Jaya.

Mengajukan Praperadilan Tetapi Gugur

Melalui pengacaranya, Tonin Tachta, Kivlan mengajukan permohonan praperadilan melawan Polda Metro Jaya dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Tonin menilai polisi menyalahi SOP penetapan tersangka. Permohonan itu diajukan ke PN Jaksel pada 22 Juli 2019.

Namun, dalam sidang vonis yang digelar pada 30 Juli 2019, Hakim menolak seluruh permohonan Kivlan itu. Hakim penetapan status tersangka Kivlan Zen sudah sesuai dengan prosedur. Kivlan tak menyerah, dia kembali mengajukan empat gugatan praperadilan lagi pada 31 Juli 2019.


Dalam perjalanannya, kuasa hukum Kivlan kembali mencabut empat gugatan itu. Alasannya mencabut gugatan tersebut karena perkara pokoknya disidangkan pada 10 September 2019.

Sidang Perdana Kasus Kepemilikan Senjata

Kivlan pun menjalani sidang perdana kasus kepemilikan senpi dan peluru tajam pada 10 September 2019. Jaksa mengungkapkan perbuatan Kivlan bersama tujuh orang tersangka lainnya.

Jaksa mengungkap aliran duit dari Habil Marati terkait dengan pembelian senjata api (senpi) ilegal yang dikomandoi Kivlan Zen. Jaksa menyebut Habil Marati menyerahkan duit total SGD 15 ribu dan Rp 60 juta kepada Kivlan Zen cs.

Kivlan Zen Jadi Tahanan Rumah, Ini Perjalanan KasusnyaFoto: Kivlan Zen saat menjalani sidang perdana (Faiq/detikcom)


Dalam surat dakwaan, dipaparkan Habil Marati bertemu dengan orang suruhan Kivlan Zen di Saigon Cafe Pondok Indah Mall pada 10 Maret 2019. Habil Marati bertemu dengan Helmi Kurniawan alias Iwan, Tajudin alias Udin, Azwarni alias Army yang disebut jaksa terlibat dalam pembelian senjata api.


Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.

Kivlan Zen mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa. Kivlan menegaskan dakwaan jaksa tidak benar.

Penahanan Kivlan Zen Dibantarkan karena Sakit

Selama proses penahanan, Eks Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen didiagnosis menderita penyakit komplikasi akibat infeksi paru-paru sejak 17 September 2019. Dia pun dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI) resmi melakukan pembantaran terhadap Kivlan Zen pada 4 November 2019. Terdakwa kasus kepemilikan senpi ilegal itu bisa menjalani pengobatan dan rawat inap di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.


Beberapa tokoh sempat menjenguk Kivlan Zen di RSPAD. Dari mulai politikus Gerindra Fadli Zon, hingga Ketum Gerindra Prabowo Subianto.


Kivlan Zen Jadi Tahanan Rumah, Ini Perjalanan KasusnyaFoto: Kivlan saat dijenguk Fadli Zon (Twitter @fadlizon)

Kivlan Menjadi Tahanan Rumah

Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal ini akhirnya bebas dari Rutan Polda Metro Jaya. Purnawirawan TNI itu kini menjadi tahanan rumah dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Bukan tahanan kota, tetapi tahanan rumah. Sudah sejak Rabu (11/12) kemarin," kata pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta saat dihubungi detikcom, Senin (16/11/2019).


Perubahan status Kivlan sebagai tahanan rumah itu telah mendapatkan penetapan dari majelis hakim PN Jakpus dengan nomor: 960/Pen.Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst. Majelis hakim akhirnya mengabulkan permohonan pengalihan penahanan terdakwa dengan berbagai pertimbangan.

"Pertimbangannya karena kesehatan terdakwa, dia memiliki sakit (karena ada) 7 serpihan granat di tubuhnya belum bisa diangkat, kemudian saraf kejepit dan tensi naik-turun. Granat itu tahun '77 di Papua, beliau berjuang untuk negara," kata Tonin.

Selain itu, lanjut Tonin, pengalihan status penahanan karena adanya jaminan dari 201 purnawirawan jenderal pensiunan Angkatan Darat. Dengan beralihnya statusnya menjadi tahanan rumah itu, Kivlan tidak diperbolehkan keluar dari rumah. Kalaupun hendak berobat, Kivlan harus dikawal oleh jaksa.




Simak juga video Permohonan Pencabutan 4 Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Dikabulkan Hakim:

[Gambas:Video 20detik]




(rdp/fjp)