Tentang UU di India yang Dikecam PKS karena Dinilai Diskriminatif

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 15 Des 2019 15:30 WIB
Foto: Taj Mahal di India  (iStock)
Foto: Taj Mahal di India (iStock)
Jakarta - RUU Amandemen Kewarganegaraan (CAB) di India baru saja disahkan. UU baru ini akan memberikan kewarganegaraan kepada korban penganiayaan agama dari enam komunitas agama. Namun muslim tak termasuk di dalamnya.

Sebagaimana dilansir dari hindustantimes, Jumat (13/12/2019), Presiden India Ram Nath Kovind menyetujui RUU Kewarganegaraan (Amandemen) itu disahkan pada Kamis (14/12). Undang-undang ini mulai berlaku sejak hari itu.

Sesuai dengan UU baru itu, anggota komunitas Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen yang datang dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan hingga 31 Desember 2014 dan menjadi korban penganiayaan agama tidak akan diperlakukan sebagai imigran ilegal. Mereka akan diberi kewarganegaraan India.


Mereka diberi kewarganegaraan India dengan minimal masa tinggal 5 tahun di India. Sebelumnya, di UU lama mencantumkan syarat 11 tahun.

UU baru itu mengusulkan untuk memberikan kekebalan kepada para pengungsi yang menghadapi kasus-kasus hukum kepada migran yang sebelumnya dianggap ilegal.

Menurut undang-undang baru, hak kewarganegaraan ini tidak berlaku untuk daerah suku Assam, Meghalaya, Mizoram, dan Tripura.
Selanjutnya
Halaman
1 2