Lurah Jelambar Akui Salah di Kasus Honorer DKI Masuk Got, Ini Penjelasannya

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 17:40 WIB
Video viral pegawai honorer dki K2 dan non-K2 masuk got. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Lurah Jelambar, Jakarta Barat, Agung Triatmojo, membenarkan kabar bahwa dia telah dinonjobkan oleh Pemprov DKI karena kasus video viral honorer yang tes fisik masuk ke got air kotor. Padahal Agung mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tes fisik sesuai dengan prosedur kerja para honorer.

"Awalnya memang para peserta sudah saya arahkan, panitia juga, saya barisin, kemudian saya amanatkan bahwa tes ini tidak jauh daripada tupoksinya PPSU yang akan dilaksanakan nanti, bahkan kalau misalkan ada dahan patah kemudian mereka harus naik pohon, tapi nggak mampu naik, dan harus naik, saya sudah larang itu, dan saya selalu melarang. Kemudian di lapangan terjadi berbeda, ya sudah nasib saya, saya terima," ujar Agung saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/12/2019).


Dia menjelaskan, awal mula dia melakukan tes fisik kepada honorer itu terjadi lantaran dia salah memahami surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan. Agung mengaku salah persepsi memahami surat edaran itu.

"Jadi gini... setelah kejadian itu, kemudian kan berkembang, kebetulan bukan saya saja, lurah lain juga sama, karena penafsiran SE 85 itu berbeda-beda karena SE 85 itu mengacu pada Pergub 212 (Pergub 212 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan), jadi akhirnya sebetulnya bukan Jelambar melakukan hal sama (tak patuhi SE Nomor 85), cuma kebetulan Jelambar itu tereskpos, ya sudahlah apesnya kan di situ. Jadi ya sudah terima aja lah," jelas Agung.

Selanjutnya
Halaman
1 2