OSO Tolak Jadi Wantimpres Jokowi, Hanura: Bukan Soal Wiranto

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 08:00 WIB
Foto: Inas Nasrullah Zubir (Lamhot Aritonang/detikcom)
Foto: Inas Nasrullah Zubir (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menolak menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Jokowi yang diketuai Wiranto. Apakah penolakan OSO ada kaitannya dengan keberadaan Wiranto?

Seperti diketahui, OSO dan Wiranto beberapa kali terlibat perseteruan terkait Partai Hanura. Setelah Hanura gagal melenggang ke Senayan, OSO dan Wiranto saling menyalahkan meski keduanya kemudian bertemu saat Lebaran untuk bermaaf-maafan. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut penolakan OSO menjadi Wantimpres bukan karena keberadaan Wiranto.

"Jabatan Wantimpres ini adalah jabatan yang sangat prestisius, di mana banyak mantan pejabat yang ngiler untuk mendudukinya. Oleh karena itu tentang keberadaan Wiranto di Wantimpres, seharusnya bukan menjadi persoalan bagi Pak OSO," kata Inas saat dihubungi, Jumat (13/12/2019).


Inas mengatakan UU Nomor 19/2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden menyatakan pengurus partai politik harus mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Inas menyebut OSO menolak menjadi Wantimpres semata-mata karena memikirkan masa depan partai.

"Sedangkan Pak OSO lebih memilih bersama kader-kadernya untuk berjuang menata kembali Partai Hanura agar dapat kembali ke Senayan pada tahun 2024, ketimbang menjadi pejabat tinggi," jelas Inas.


Inas lalu mengungkit pernyataan Jokowi terkait penolakan OSO menjadi Dewan Pertimbangan Presiden. Menurut dia, itu adalah pengakuan bahwa OSO seorang negarawan sejati.

"Pernyataan Pak Jokowi bahwa Pak OSO lebih cinta partainya merupakan sebuah pengakuan bahwa Ketum Hanura adalah tokoh nasional dan negarawan yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi yang tidak silau kepada jabatan apapun di pemerintahan," ucap Inas.

"Dengan demikian, tentunya Pak Jokowi sangat memahami dan menghargai pilihan yang diambil oleh Ketua Umum Hanura tersebut, apalagi Pak OSO dengan tegas mengatakan akan tetap mendukung 100% pemerintahan Pak Jokowi," imbuh mantan anggota DPR itu. (gbr/abw)