Pak Ogah Disebut Biang Macet, DPRD Sulsel: Perlu Dibina Atur Lalu Lintas

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 19:46 WIB
Pak Ogah di Makassar (Foto: dok. detikcom)
Makassar - Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Jhon Rende Mangontan tak setuju dengan pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang menyebut keberadaan 'Pak Ogah' menjadi biang kemacetan di Kota Makassar. Politikus Golkar itu meminta dinas terkait mengajari Pak Ogah mengatur lalu lintas.

"Kalau memang kita anggap bahwa Pak Ogah ini merupakan sumber kemacetan di jalanan Makassar, di beberapa persimpangan-persimpangan, saya kira itu bukan merupakan suatu jawaban, bahwa Pak Ogah itu sumber kemacetan," kata Jhon kepada detikcom, Jumat (13/12/2019).



Jhon menilai razia terhadap Pak Ogah yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) bersama tim terpadu dari Satpol PP hingga kepolisian bukanlah solusi yang tepat. Pasalnya, dari razia tersebut tidak ada jaminan bahwa Pak Ogah tidak akan kembali ke jalanan.

"Razia-razia saja itu bukan solusi yang terbaik. Dan apakah setelah mereka tidak ada di lokasi karena sudah dirazia itu ada jaminan tidak terjadi kemacetan? Kita ambil sampel dululah kalau memang kita yakin bahwa itu memang menjadi sumber kemacetan," ujarnya.

Menurutnya, setelah Dishub bersama tim terpadu melakukan penertiban, harusnya para Pak Ogah diajari cara mengatur lalu lintas dengan baik dan benar, atau sesuai ketentuan yang berlaku.



"Kita berikan ruang untuk mereka terlibat langsung (mengatur lalu lintas). Tapi dengan pembinaan-pembinaan untuk mengatur lalu lintas atau ada bimbingan agar mereka ikut memperlancar arus lalu lintas," imbuhnya.


Tonton juga BBPOM Makassar Temukan Makanan Berformalin di Pasar Tradisional :


Selanjutnya
Halaman
1 2