Penembak Anggota Brimob di Sulteng Kelompok MIT, Warga Sempat Disandera

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 19:22 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Anggota Brimob Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala IV tewas ditembak. Polisi mengidentifikasi pelakunya adalah kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang selama ini diburu.

"Telah terjadi penyerangan anggota Ops Tinombala IV oleh kelompok MIT pada Jumat, 13 Desember 2019, pukul 12.30 Wita di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Mautong, Sulteng," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (13/12/2019).

Argo mengatakan anggota Brimob yang menjadi korban adalah Bharatu Muhamad Saepul Muhdori dari Satuan Brimob Polda Sulteng. Argo menceritakan awal terjadinya serangan setelah Bharatu Muhammad menunaikan salat Jumat di musala desa.

"Tepatnya sekitar 50 meter dari Pos Sekat Alfa 16, lima orang kelompok DPO MIT Poso menyerang anggota dan warga yang selesai salat Jumat," ujar Argo.

Argo menuturkan lima orang penyerang kemudian melarikan diri dengan cara berpencar untuk menghindari kejaran aparat. Setelah menemukan tempat persembunyian, lanjut Argo, kelompok MIT kembali menembak ke arah pos Satgas Tinombala.

"Setelah menyerang, lima orang itu berpencar dengan berlari, masing-masing tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang ke arah belakang musala. Selanjutnya beberapa menit kemudian terjadi kembali penyerangan dengan menembak ke arah Pos Sekat Alfa 16," jelas Argo.

Argo juga menyampaikan kelima penyerang sempat menyandera warga yang dalam perjalanan pulang salat Jumat ke rumah dan anggota yang berjaga di pos. Namun, sambung Argo, anggota yang disandera berhasil melarikan diri.

"Sempat menyandera warga serta anggota Pos Sekat yang pulang dari salat Jumat, namun anggota Pos Sekat sempat melarikan diri," terang Argo.

Kemudian, Argo melanjutkan Tim Kejar Satgas Tinombala yang dipimpin Danki Kejar Ipda Richard mendatangi lokasi penyerangan karena mendengar permintaan bantuan dari handy talkie.




"Sekitar pukul 13.30 Wita, satu regu dari pasukan kejar yang dipimpin oleh Danki Kejar Ipda Richard telah menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dikarenakan Pos Sekat Salubanga saat ini terus memanggil untuk meminta bantuan melalui HT," ujar Argo.

Hingga kini Satgas Tinombala masih mengupayakan pengejaran terhadap para pelaku dan mengevakuasi jasad Bharatu Muhammad.


Tonton juga Puting Beliung Terjang Boyolali, 1 Orang Tewas Tertimpa Gedung Ambruk :

[Gambas:Video 20detik]

(aud/fdn)