Ternyata Ini Alasan Tahanan Narkoba Pilih Tetap di Sel Meski Divonis Bebas

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 18:02 WIB
Foto: Andi Saputra/detikcom
Foto: Andi Saputra/detikcom
Makassar - Terdakwa kasus narkoba di Luwu Timur, Sulsel, Kinas (54), bukannya senang, malah takut keluar dari sel ketika divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Malili. Pengacara terdakwa mengungkap alasan kliennya menolak keluar dari sel.

"Dia itu dewasa (54 tahun) tapi berpikiran anak-anak. Dalam putusan itu dia inner child, terjebak dengan masa kecilnya," ujar pengacara terdakwa, Awal, saat dimintai konfirmasi, Kamis (12/12/2019).

Kondisi terdakwa, menurut Awal, kerap jadi bahan candaan rekan-rekan Kinas di ruang tahanan. Kinas kerap ditakut-takuti akan dibunuh saat bebas dari tahanan.

"Ini menurut cerita teman-temannya di tahanan itu, dia selalu ditakut-takuti oleh temannya bahwa 'we kalau kau pergi sidang itu tidak akan kembali lagi, akan dibunuh'," ujar Awal.


"(Candaan) itu yang selalu di benaknya itu. Jadi saya selalu dibisiki (oleh terdakwa), 'Pak, tolong saya jangan saya dibunuh', siapa yang mau bunuh? jadi dia apa yang disampaikan itu yang dipercayai, dia tidak cerna lagi itu, dibercandai dia," imbuh Awal.

Sebelumnya, Ketua PN Malili, Khairul, mengatakan Kinas disidang dalam kasus tindak pidana narkoba karena kedapatan membeli sabu di bawah 1 gram sekitar 6 bulan lalu.

Namun majelis hakim yang diketuai Ari Prabawa memvonis bebas Kinas lantaran terbukti di persidangan jika ia diperalat oleh terdakwa lainnya bernama Amiruddin untuk membeli sabu. Kinas juga dianggap terbukti tidak tahu-menahu bahwa apa yang ia beli adalah sabu alias barang terlarang.


"Kinas ini kerja di kebunnya Amiruddin. Jadi ke mana-mana Kinas ikut sama Amiruddin. Karena Amiruddin ini takut ketahuan (saat transaksi sabu), dia ajaklah Kinas. Kinas-lah yang mengambil barang itu," ujar Kahirul.

Menurut Khairul, vonis bebas kepada Kinas membuat jaksa yang bernama Irmansyah masih pikir-pikir untuk kasasi atau tidak. (fdn/fdn)