Tewas Saat Demo di Kendari, Randi-Yusuf Jadi Nama Ruangan Gedung ACLC KPK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 17:08 WIB
Foto: KPK terima keluarga Randi-Yusuf (Ibnu Hariyanto-detikcom)
Jakarta - KPK menerima audiensi keluarga dari Yusuf Kardawi dan Randi, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas saat demo ricuh di depan DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra). KPK akan menjadikan nama Yusuf dan Randi sebagai nama ruangan di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK.

"Kami akan membawa dua nama (Yusuf dan Randi) ini menjadi sebuah nama di ACLC. Di ACLC masih ada dua nama ada 4 nama sebenarnya yang sudah kita sampaikan kemarin di antaranya dua namanya akan kita abadikan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai menerima audiensi keluarga Yusuf dan Randi di KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).



Saut mengatakan hal itu sebagai bentuk apresiasi dari KPK atas perjuangan Yusuf dan Randi. Saut menilai Yusuf, Randi serta para mahasiswa telah berjuang agar pemberantasan korupsi di Indonesia semakin baik sehingga terhindar dari orang-orang yang jahat.

"Bahwa mereka adalah berjuang untuk membersihkan Indonesia dari orang-orang jahat. 4 nama akan kita abadikan di ruang ACLC walaupun sebenarnya kok kelihatannya kok sebuah nama. Tidak itu mungkin hanya cara kita untuk keep our mind, untuk tetap membersihkan indonesia dan memperjuangkan 4 orang ini, 2 disebutkan Yusuf dan Randi akan kita abadikan di sana menjadi sebuah nama," ucapnya.

Saut mengatakan hal itu dilakukan agar menjadi pengingat untuk KPK terhadap perjuangan Randi dan Yusuf. Selain itu, Saut berharap perjuangan Randi dan Yusuf bisa memginspirasi anak-anak muda untuk memperjuangkan pemberantasan korupsi lebih baik.

"Itu agar menginspirasi anak-anak muda bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia dan yang mereka perjuangkan adalah pemberantasan korupsi yang lebih efisien efektif dan seterusnya," tuturnya.

Simak Video "Herannya Hakim soal Eks Menag Lukman Tanya Seleksi Jabatan ke Rommy"


Selanjutnya
Halaman
1 2