Laporan dari Madrid

Kearifan Lokal Diperlukan untuk Menjaga Kestabilan Alam

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 05:05 WIB
Ilustrasi (Foto: Muhammad Ridho)
Ilustrasi (Foto: Muhammad Ridho)
Madrid - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyebut perlu adanya pendekatan kebudayaan dalam mengatasi perubahan iklim global. Kearifan lokan dinilai sangat membantu menyeimbangkan alam.

"Sehingga dalam perspektf ini saya selalu mengedepankan pendekatan kebudayaan dalam menyelesaikan masalah. Indonesia itu kan ada keberagaman kebudayaan, pasti di dalamnya ada bahasa, sistem keyakinan, tata nilai kehidupan, itu satu kesatuan," jelas Dedi.

Hal itu diungkapkan Dedi seusai mengisi diskusi di Paviliun Indonesia pada ajang Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25) di Feria de Madrid, Madrid, Spanyol, Rabu (11/12/2019).


Dedi mengatakan, melestarikan alam adalah bagian dari penghambaan manusia terhadap Tuhan.

"Sehingga letak dan puncaknya dia pada penghambaan pada Tuhan yang direpresentasikan sebagai bentuk pengelolaan merawat alam karena selalu meletakkan Tuhan itu selalu bersemayam di gunung, di hutan, di sungai, di laut, di lembah, di ngarai," katanya.

"Sehingga mengelola, merawat alam adalah menghamba pada Tuhan. Sistem nilai ini berkembang pada siklus kehidupan sehingga mereka tidak mau beranjak dari lingkungannya," sambungnya.

Masyarakat adat meyakini perubahan iklim sejak dahulu yang disebut dengan musim pancaroba.

"Pancaroba itu di dalamnya mengajarkan bahwa suatu saat akan terjadi perubahan dalam sistem pengelolaan alam di dunia, termasuk di Indonesia yang akan mengalami percepatan waktu menuju kehancuran," kata Dedi.



Selanjutnya
Halaman
1 2