Renovasi Mattoanging Rp 700 M, Gubernur Sulsel Minta Bantuan Pusat

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 22:41 WIB
Desain Baru Stadion Mattoanging (Foto: Istimewa)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengestimasikan anggaran pembangunan kawasan Andi Mattalatta, Mattoanging, sekitar Rp 700 miliar. Pemprov Sulsel akan memulai pembangunan awal dengan dana APBD Rp 200 miliar, sedangkan sisanya meminta bantuan pemerintah pusat.

"Kita baru estimasi, itu kurang-lebih Rp 700 miliar (renovasi Mattoanging yang baru)," ujar Nurdin di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (11/12/2019).

Pemprov Sulsel sudah menuntaskan preliminary design (desain awal) dari renovasi Mattoanging. Desain yang telah dipublikasikan tersebut dirancang oleh seorang arsitektur ternama Indonesia, Yori Antar. Beberapa stadion telah didesain oleh Yori, salah satunya renovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

"Sudah kita siapkan (dana pembangunan awal) Rp 200 miliar, kita juga lagi berusaha APBN, mudah-mudahan bisa juga di-support supaya stadionnya bisa juga selesai. Desainnya kan sudah lihat," katanya.

Pemprov Sulsel akan memulai renovasi Mattoanging pada 2020. Secara umum, renovasi Mattoanging meliputi penataan area kawasan olahraga, seperti bangunan stadion, kolam renang, dan ruang terbuka hijau.

"Kita tunggu selesai DED-nya dulu, kan animasi sudah, detail enginering-nya sudah, jadi kita harapkan bisa selesai dalam waktu cepat," ucapnya.

Pembangunan Mattoanging diharapkan dapat selesai dengan adanya bantuan dana dari pusat karena Pemprov Sulsel juga berencana menjadikan Mattoanging sebagai venue Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Kita sebenarnya punya niat bisa menjadi tuan rumah PON yang akan datang. Makanya kita siapkan seluruh venue-venue kita dulu, karena kalau kita minta langsung jadi tuan rumah kan (susah), ya tentu persyaratannya harus kita siapkan. Mudah-mudahan dengan anggaran dari APBD provinsi ini kita bisa mulai dan yang kedua supporting pemerintah pusat juga kita harapkan," imbuhnya.



(nvl/fdn)