Bandara Soetta Diprediksi Layani 200 Ribu Penumpang Saat Libur Natal

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 20:56 WIB
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (Foto: Kadek/detikcom)


Selain itu, kata Awaluddin, pihaknya juga memastikan sarana dan prasarana berfungsi dengan baik. Karena itu, kata dia, Menhub Budi Karya Sumadi setiap musim libur datang meninjau bandara.

"Ketiga berkaitan dengan antisipasi kita itu adalah berkaitan dengan infrastruktur dan facilities. Kenapa setiap periode menjelang Natal dan Tahun Baru, musim libur, seperti hari ini Pak Menhub datang untuk memastikan facilities dan infrastruktur bekerja optimal. Karena kalau tidak akan menimbulkan masalah," ujar dia.

Awaluddin lantas merinci sejumlah fasilitas vital di bandara yang harus diperhatikan setiap musim liburan. Hal itu dilakukan agar penumpang merasa nyaman di bandara.

"Jadi runway nggak boleh ini apalagi kalau Natal-Tahun Baru kan musim hujan, runway harus sesuai tolak ukur. Tak boleh ada runway yang tergenang, mengelupas, apron juga jangan sampai kebanjiran. Sehingga itu operasi yang bandara pokok di sisi udara itu harus betul-betul terkawal dengan baik.

Awaluddin menegaskan prasarana dan fasilitas di gedung terminal juga tak boleh diabaikan karena sangat vital seperti listrik dan layanan data. Karena tanpa layanan data beroperasi maksimal, akan ada persoalan akses data. Begitu juga layanan counter checkin, internet layanan VPN dan lain-lain juga berdampak.

"Ditambah fasilitas-ditambah yang memang menjadi penunjang, misal air conditioning, travelator, eskalator, lift, baggage handeling system dan counter checkin. Counter check-in kan sangat vital listrik mati network bermasalah itu kan layanan check in tidak bekerja dan tidak memberikan operasi yang terbaik kepada pengguna jasanya," sambung dia.

Total ada 3.200 personel yang akan bertugas saat libur Natal dan Tahun Baru. Pengamanan melibatkan personel TNI dan Polri.

"Penambahan personel untuk Soetta di operasi mandatory sekitar 2.500 di luar TNI Polri, dia sekitar 500-600 plus nanti BKO dari TNI. Jadi kurang lebuh tanggal 19-6 Januari 2020 Soetta akan terlibat sekitat 3.000-3.200 personel," ujar dia.
Halaman

(knv/idh)