Mesin Waktu

Awal Serangan Darat Rusia yang Tewaskan Ratusan Ribu Warga Chechnya

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 19:19 WIB
Para pejuang Chechen berlarian menghindari tembakan pasukan Rusia di Grozny, 25 Januari 1995 (AFP)

Dudayev terbunuh pada 21 April 1996, saat menggunakan telepon satelit berbicara dengan salah seorang politisi di Moskow. Diduga telepon itu semacam jebakan agar posisinya bisa terlacak.

Sesudah posisinya diketahui, Rusia meluncurkan dua misil. Pihak Rusia sendiri tidak pernah memaparkan detail operasi tersebut. Setelah Dudayev wafat, pertempuran berangsur mereda.



Perang berlangsung selama 20 bulan. Diperkirakan 100 ribu warga Chechnya harus kehilangan nyawa, dan 200 ribu lainnya mengalami luka-luka. Hampir seluruh kota di Chechnya hancur karena perang. Sementara di pihak Rusia jatuh korban tewas sekitar 6 ribu tentara.

Aslan Maskhadov kemudian terpilih menggantikan Dudayev pada Januari 1997. Maskhadov pula yang menandatangani perjanjian damai dengan Rusia. Chechnya diberi status daerah otonomi. Namun Maskhadov juga yang mendeklarasikan perang dengan Rusia pada 1999.

Awal Serangan Darat Rusia yang Tewaskan Ratusan Ribu Warga ChechnyaBoris Yeltsin (Misha Japaridze/AP Photo)



Tanggapan Kedubes Rusia

Pada Kamis (26/12/2019), redaksi menerima tanggapan dari Kedubes Rusia di Indonesia yang ditandantangani langsung oleh Dubes Lyudmila Vorobieva. Berikut tanggapannya:

Berkaitan dengan publikasi mengenai Perang Chechnya I pada tahun 1994-1996, kami ingin mengingatkan bahwa setelah pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991 organisasi-organisasi teroris yang bertindak di Republik Chechnya mengumumkan tentang kemerdekaan daerah tersebut dan keluarnya dari Federasi Rusia. Pembunuhan massal orang etnis Rusia dimulai. Selama 3 tahun Republika de facto berdaulat karena tatanan konstitusional tidak bisa diiestarikan.

Tetapi tetap dijaga koneksi perhubungan, pendanaan dalam rangka APBN dari Moscow masuk ke ibukota Checnya, kota Grozny. Pada saat yang sama di seiuruh wilayah Chechnya berbagai-bagai organisasi teroris melakukan perampokan, penculikan dan pembunuhan orang.

Pada tahun 1994 Presiden Federasi Rusia Boris Eltsin inengambil keputusan untuk melaksanakan operasi untuk memulihkan tatanan konstitusional. Operasi ini selesai pada tanun 1996 dengan penandatanganan Kesepakatan Hasavuyrt. Akan tetapi kegiatan oleh organisasi-organisasi teroris tidak dihentikan. Pada tahun 1999
fase konflik yang "panas" dimulai lagi dan berlangsung sampai tahun 2000.

Penyelesaian operasi kontrateroris di daerah Kaukasus Utara ditandai dengan pemulihan kontrol Angkatan Bersenjata Rusia di Chechnya.

Sesuai dengan data resmi selama peperangan tewas kira-kira 1 ribu orang sipil, 4,5 ribu orang anggota Angkatan Bersenjata Rusia dan telah dibunuh lebih dari 13 ribu teroris.
(pal/dnu)