Menag: Pemilu 2014 Benturan Antara Umat Beragama Kecil, 2019 Sangat Kuat

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 15:15 WIB
Menag Fachrul Razi (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Menag Fachrul Razi (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi bicara tentang pengaruh Pemilu dan dinamika politik terkait kerukunan antar-umat beragama. Dia menyebut dinamika politik berpengaruh pada kerukunan umat.

"Permasalahan yang dihadapi adalah dinamika politik menjadi variabel kontrol yang mempengaruhi indeks KUB. Jadi semakin kondusif kondisi politik nasional, maka akan semakin tinggi indeks KUB yang diperoleh. Ini salah satu faktornya," ucap Fachrul di Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).



Hal itu disampaikan Fachrul dalam peluncuran Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2019 yang dilakukan oleh Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Selain itu, Fachrul juga membandingkan kondisi kerukunan umat saat Pemilu 2014 dan 2019.

Menurutnya, saat Pemilu 2019 benturan antara umat beragama kecil. Sementara pada Pemilu 2019, Fachrul menilai benturannya sangat kuat.



"Pemilu 2014-2015 kan benturan antara umat beragama boleh dikatakan kecil ya. Sehingga pada saat 2015 dia keliatan lebih mudah. Tapi pemilu yang lalu ini 2019, benturan antara kelompok dan umat beragama sangat kuat," ucapnya.

Dia menilai butuh waktu untuk pemulihan kondisi kerukunan yang akibat benturan semasa pilpres.

"Jadi agak sedikit butuh waktu," pungkasnya. (jef/haf)