UN Diganti 2021, Komisi X Minta Nadiem Belajar dari Tiongkok

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 13:35 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian (dok. Pribadi)

Sisa waktu dua tahun menuju 2021 pun, menurut Hetifah, harus dimanfaatkan Kemendikbud dengan baik. Salah satunya memberi pelatihan kepada para guru tentang metode mengajar yang sesuai dengan apa yang bakal diujikan jika UN diganti.

"Masih ada waktu 2 tahun. Maksimalkan terutama untuk menyampaikan ke para guru bagaimana metode mengajar yang baik untuk melatih skill-skill yang akan diujikan," terangnya.

Dia juga meminta Nadiem belajar bagaimana Tiongkok (China) dapat bertengger di peringkat pertama penilaian PISA. Menurut Hetifah, perkembangan Tiongkok sangat pesat dalam waktu tiga tahun terakhir ini.

"Tiongkok berhasil mencapai posisi pertama dalam pencapaian PISA, padahal jumlah siswanya sangat besar. Patut dipelajari lebih dalam bagaimana mereka melakukannya," ucap Hetifah.

Menurutnya, China tak masuk peringkat lima besar pada 2015. Namun, dalam 3 tahun terakhir, China bisa melesat ke peringkat pertama.



"Tiongkok pesat sekali kemajuannya dari tahun 2015, kalau tidak salah hingga 5 poin lebih. Di 2015, peringkat 5 besar saja tidak masuk, hanya peringkat 10. Dan dalam 3 tahun langsung menyalip jadi nomor 1," tuturnya.

Sebelumnya, format seperti Ujian Nasional 2020 akan menjadi yang terakhir. Mendikbud Nadiem Makarim menyebut program pengganti Ujian Nasional akan mulai berlaku pada 2021.

"Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020. Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan," kata Nadiem saat rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).
Halaman

(rfs/haf)