Pakar: Populasi Tawon Vespa Meledak Gegara Sampah

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 18:39 WIB
Foto ilustrasi sarang tawon vespa (Imam Suripto/detikcom)
Jakarta - Laporan soal sengatan tawon vespa muncul dari berbagai daerah, kerap disertai kabar duka karena korbannya tewas. Pakar menyatakan populasi tawon vespa mengalami peningkatan, ukurannya juga bertambah besar. Apa terjadi mutasi?

"Tawon vespa bukan lebah yang memakan putik bunga," kata pakar penanganan gigitan hewan berbisa (toksinolog), dr Tri Maharani, kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).



Tawon vespa atau tawon ndhas dalam bahasa Jawa, bukan 'bee', melainkan 'hornet'. Tawon vespa adalah pemakan segala atau omnivora, termasuk sampah. Semakin banyak sampah, semakin banyak bahan makanan untuk tawon, kian banyak pula jumlah tawon yang bisa hidup dari sampah tersebut.

"Itu berhubungan dengan sampah. Tawon ini omnivora, mereka bisa makan daging, sayur, ikan. Sampah membuat populasi mereka meledak," kata Maha.



Pendiri dan koordinator Remote Envenomation Consultant Service (RECS) Indonesia ini telah mengamati tren merebaknya kasus sengatan tawon vespa sejak 2016, atau pertama kali mendapat laporan ada yang meninggal disengat tawon.

Simak Video "Cucok Meong! Limbah Plastik Disulap Jadi Aksesori Keren"