Jokowi Bicara Hukuman Mati Koruptor, Komnas HAM: Kami Tak Sepakat

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 17:08 WIB
Foto: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (baju biru) (Lisye-detikcom)
Foto: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (baju biru) (Lisye-detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hukuman mati untuk koruptor bisa saja diterapkan jika masyarakat menghendaki. Komnas HAM menyatakan tak sepakat dengan hukuman mati.

"Kami sejak awal tidak berubah ya tidak bersepakat dengan hukuman mati, karena bagi Komnas HAM hak untuk hidup adalah hak absolut dari manusia," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, saat ditemui di MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Dia mengatakan Komnas HAM tak melihat alasan substansial hukuman mati sebagai cara menyelesaikan persoalan. Menurutnya, hukuman mati menjauhkan manusia dari peradaban yang manusiawi.


"Dan kami tidak melihat alasan substansial memilih hukaman mati sebagai cara menyelesaikan persoalan. Lebih jauh kami menganggap ini menjauhkan kita dari peradaban yang manusiawi. Memang ada kemarahan ketika ditanya terhadap pelaku kejahatan yang serius, tapi ingat memberi hukuman mati bagi mereka tidak menyelesaikan persoalan, termasuk kepada koruptor," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi bicara soal hukuman mati untuk koruptor itu saat mendapat pertanyaan dari siswa SMKN 57 Jakarta. Dalam acara #PrestasiTanpaKorupsi, siswa bernama Harley bertanya kepada Jokowi soal kemungkinan koruptor dihukum mati.

Jokowi menyebut hukuman mati bagi koruptor bisa saja dimasukkan ke revisi UU terkait jika ada kehendak masyarakat.

Simak Video "Tolak Hukuman Mati Bagi Koruptor, Amnesty: Tak Manusiawi"


Selanjutnya
Halaman
1 2