Laporan dari Madrid

Perempuan dan Anak Dinilai Berisiko Tinggi Terdampak Perubahan Iklim

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Senin, 09 Des 2019 23:11 WIB
Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25) di Madrid, Spanyol (Mei Amelia/detikcom)


Pemerintah sendiri memiliki program terkait pengarusutamaan gender (PUG), bahkan sudah pada perencanaan tingkat daerah. Bahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 31 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender Bidang LHK.

"Di samping itu, Menteri LHK telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta mendorong PUG dalam hal penganggaran maupun pelaksanaan kegiatan LHK," ujar Kartini.


Ada tiga hal yang menjadi poin pembahasan terkait isu gender ini, yakni meningkatkan basis data, termasuk disagregasi data gender (gender disagregration data) tentang perempuan yang terkait dengan perubahan iklim. Kedua pentingnya memahami kearifan lokal, kurangnya akses perempuan terhadap permodalan/pendanaan, pelayanan kesehatan pendidikan, dan pelatihan menyebabkan kaum perempuan umumnya bertumpu pada pengetahuan yang berasal dari kearifan lokal, diwariskan turun-temurun secara oral.

"Perempuan dan kearifan lokal adalah ibarat koin dengan dua sisi, saling melengkapi dan saling berinteraksi," ucapnya.
Halaman

(mea/idn)