Laporan dari Madrid

Perempuan dan Anak Dinilai Berisiko Tinggi Terdampak Perubahan Iklim

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Senin, 09 Des 2019 23:11 WIB
Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25) di Madrid, Spanyol (Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Isu gender menjadi salah satu agenda pembahasan penting dalam Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25) di Madrid, Spanyol. Yenny Wahid sendiri memuji keterlibatan perempuan dalam proses negosiasi pada acara COP25 ini.

"Dalam proses negosiasi Indonesia cukup maju dibanding beberapa negara lain, peran perempuan Indonesia maju dalam negosiasi ini," kata Yenny Wahid di Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COp), Ferua de Madrid, Madrid, Spanyol, Senin (9/12/2019).


Hal senada diungkap oleh Penasihat Senior Menteri Koordinator Kemaritiman untuk Perubahan Iklim, Kartini Sjahrir. Menurut Kartini, Indonesia sudah sangat maju dalam pelibatan kaum perempuan di pergelaran COP25 ini.

"Karena tidak ada kendala bagi peserta perempuan untuk aktif dalam proses UNFCCC, posisi Indonesia dalam hal ini sangat maju. Indonesia telah mengimplementasikan kesetaraan gender pada berbagai sektor," imbuhnya.


Kartini menyampaikan pentingnya peranan perempuan dalam mengatasi perubahan iklim. Sebab, perempuan lebih berisiko terkena dampak akan perubahan iklim, selain anak dan manula.

"Perempuan umumnya menghadapi risiko lebih tinggi dari dampak krisis iklim, khususnya dalam situasi kemiskinan," kata Kartini lagi.

Selanjutnya
Halaman
1 2