Round-Up

Macet Lagi di Puncak saat Sistem 2-1 Diuji

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 06:50 WIB
Arus lalu lintas saat sistem 2-1 diuji coba di Puncak (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Arus lalu lintas saat sistem 2-1 diuji coba di Puncak (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Bogor - Uji coba sistem 2-1 di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor rupanya masih menyebabkan kemacetan di sejumlah titik. Sejumlah pengendara pun mengeluh. Sistem 2-1 dianggap belum efektif.

Sistem 2-1 di Puncak pertama kali diuji coba pada Minggu (27/10/2019). Namun sistem 2-1 dihentikan lebih awal karena kemacetan malah menjadi-jadi.

Sistem satu arah atau one way pun kembali diberlakukan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdar Kemenhub) Budi Setiyadi menjelaskan mengenai kendala uji coba sistem 2-1.

"Di pasarlah yang banyak persoalannya. PKL yang mengambil bahu jalan, parkir yang juga mengambil bahu jalan, orang yang menyeberang juga banyak," kata Budi di simpang Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor.



Banyaknya kendaraan yang keluar-masuk di Pasar Cisarua juga menjadi masalah. Situasi di simpang Megamendung juga tidak jauh berbeda.

"Itu cukup banyak volumenya (kendaraan), menghambat juga. Jadi khusus di dua lokasi ini, saya minta nanti dirapatkan Bupati Bogor," lanjut Budi.

Macet Lagi di Puncak saat Sistem 2-1 DiujiFoto: Sachril Agustin Berutu/detikcom


Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Hindro Surahmat mengatakan Pasar Cisarua menjadi titik paling krusial. Sebab lokasi tersebut menjadi penyebab kemacetan panjang.

"Kita mutar dari Taman Safari Indonesia (TSI) sudah macet. Jarak TSI ke Pasar Cisarua sekitar 2 kilometer, ditempuh 1 jam lebih. Sekitar 2 jam sampai sini (TMC Gadog)," kata Hindro di TMC Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (27/10).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5