Pulihkan Ekonomi Pasca-Bencana, Warga Sigi Dapat Bimtek Gratis

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 22:22 WIB
Foto: Kemendes PDTT
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT Aisyah Gamawati mengatakan pembangunan desa seyogyanya selalu sejalan dengan tiga pilar pembangunan. Mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kapasitas kelembagaan desa.

"Pilar yang pertama terkait peningkatan kapasitas masyarakat itu yang kita laksanakan selama empat hari. Kita laksanakan dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek). Ada bimtek tentang salon kecantikan, bimtek perbengkelan, dan bimtek pertukangan kayu," kata Aisyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2019).

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Ekonomi (livelihood) Masyarakat Desa Melalui UMKM Pasca Bencana di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang digelar oleh Pemda Sigi dan Kemendes PDTT pada Jumat (6/12/2019).


Aisyah mengatakan di antara ketiga pilar tersebut, kegiatan bimtek telah sesuai dengan pilar yang pertama terkait dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Selanjutnya ia mengapresiasi dan rasa bangga kepada para peserta yang telah hadir mengikuti bimtek. Menurutnya, seluruh peserta telah berpartisipasi secara aktif dan penuh semangat.

"Para peserta yang mengikuti bimtek salon kecantikan, pertukangan, maupun perbengkelan ini sangat luar biasa, saya terharu dan bangga," katanya..

Sementara itu, Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana dari Ditjen PDTu Kemendes PDTT Hasman Ma'ani menyampaikan penanganan bencana tidak hanya fisik, tetapi juga nonfisik.

"Untuk itu kami melakukan peningkatan kemampuan peserta khususnya warga yang terkena dampak, di mana salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan agar dapat membuka peluang usaha baru bagi warga-warga yang terkena dampak," ucapnya.

"Kegiatan yang diselenggarakan adalah melakukan bimtek konstruksi kayu, perbengkelan, dan kecantikan. Mereka dilatih secara teori dan praktek," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sigi Muhamad Irwan Lapata menyampaikan bimtek peningkatan kapasitas yang diberikan dapat membantu memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

"Para peserta akan lambat laun pulih kembali melakukan peningkatan hidup, melalui kapasitas yang sudah diberikan dan sekaligus bantuan peralatan perbengkelan, alat-alat salon, dan pertukangan. Memang ini sangat kecil dan sederhana, tetapi bagi mereka ini sangat besar, sangat luar biasa untuk dapat meningkatkan hidup mereka," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sigi, Samuel Yansen Pongi mengatakan, kegiatan bimtek yang diberikan alat dalam praktek telah menjadi alternatif pekerjaan untuk masyarakat, sambil menunggu perbaikan saluran irigasi pasca bencana yang diharapkan dapat beroperasi di tahun 2021.


"Ada bantuan yang telah diserahkan pada saat bimtek, kami bertanya kepada masyarakat, mereka menyampaikan rasa terima kasih, mereka terbantu atas bantuannya, minimal untuk dua tahun ke depan mereka bisa bertahan hidup sambil menanti aliran air," katanya.

Bimtek diikuti oleh 60 peserta yang didampingi oleh 10 orang pendamping dari Dinas UMKM. Peserta adalah masyarakat terdampak bencana yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi.

Peserta mendapat pendampingan oleh pendamping UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sigi dan akan dievaluasi dalam 6 bulan ke depan untuk melihat dampak atau manfaat dari bimtek dan bantuan yang diberikan dalam pengembangan usaha ekonominya. (akn/ega)