Sopir Truk Brimob Lawan Arah di Busway Tak Dihukum, Polisi: Sudah Ada Izin

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 18:11 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Dua unit truk Brimob sempat viral di media sosial karena menerobos busway atau jalur bus khusus TransJakarta serta melawan arah. Polda Metro Jaya mengatakan tidak ada anggotanya yang ditindak karena hal itu sudah mendapat izin.

"Nggak (dihukum) karena kan sudah sesuai dan dapat izin kita," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).


Yusri mengatakan anggota kepolisian sudah mendapat izin mengendarai truk melintasi jalur TransJakarta dan melawan arah. Menurutnya, hal itu dilakukan karena ada tugas mengamankan demonstrasi di KPK.

"Ini kan ada kegiatan kepolisian ke TKP ada demo di KPK," jelas Yusri.

Sebelumnya, sebuah video menunjukkan aksi dua unit truk Brimob tampak berhadap-hadapan dengan bus TransJakarta. Truk Brimob itu disebut-sebut melewati busway.

Kejadian itu disebut berlangsung pada Selasa (3/12). Aksi itu direkam oleh warga dan viral di media sosial. Pihak kepolisian menyebut rombongan truk Brimob itu sudah mendapat izin melintas di jalur busway oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

"Saat itu, saat jalan ada petugas dari Dishub yang mengarahkan masuk ke situ (ke busway) dan sudah koordinasi dengan Dishub dan Dishub mengizinkan," kata Kombes Yusri, Kamis (5/12).


Yusri juga mengatakan peristiwa saling berhadapan antara truk dan bus TransJakarta terjadi karena ada koordinasi yang kurang tepat. Yusri menegaskan truk tersebut melaju lawan arah di busway karena bersifat darurat.

"Itu ada tugas kepolisian ya, ada tugas ke KPK dan jalan itu memang contra-flow ketika itu. Saat itu, saat jalan ada petugas dari Dishub yang mengarahkan masuk ke situ tetapi dia lupa ngontek ke yang di sana (busway) kalau jangan dulu lewat. Ada emergency anggota harus berangkat ke KPK, pengamanan KPK," tutur Yusri. (sam/haf)