Wapres Prihatin Indonesia Cuma Jadi Tukang Stempel Produk Halal

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 18:03 WIB
Ma'ruf Amin di Padang (Jeka Kampai/detikcom)
Padang - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengkritik sekaligus prihatin, Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan tukang stempel produk-produk halal dari luar negeri. Padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar.

"Diharapkan Indonesia tak hanya sekedar menjadi konsumen, tak hanya tukang stempel memberikan sertifikasi halal saja atau meng-endorse produk dari luar negeri, tapi kita juga harus menjadi produsen dan eksportir produk halal dunia," kata Ma'ruf di hadapan peserta Silaknas dan Milad ke-29 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Auditorium Universitas Negeri Padang, Jumat (6/12/2019).

Menurut Ketua Umum MUI itu, Indonesia menjadi konsumen produk halal dunia dengan pembelanjaan mencapai USD 214 miliar. Angka itu setara dengan 10 persen dari pangsa pasar produk halal dunia.


"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia juga merupakan konsumen produk halal terbesar di dunia, dengan pembelanjaan mencapai USD 214 miliar atau mencapai 10 persen dari pangsa pasar produk halal dunia," ucapnya.

Ia juga menyayangkan, posisi Indonesia yang hanya sebagai konsumen, bukan produsen.


"Produsen terbesar justru Brazil. Diikuti Australia yang justru bukan negara dengan penduduk muslim (mayoritas)," jelas Ma'ruf.


Simak Video "Rencana Menag Fachrul Razi soal Sertifikasi Halal dan Haji"




Ia memaparkan, pengembangan dan perluasan industri produk halal merupakan salah satu komitmen untuk melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

"Saya dan Bapak Presiden akan berusaha kembangkan ekonomi dan keuangan Syariah dengan memperkuat kelembagaan ekonomi dan keuangan Syariah.


Upaya memperkuat kelembagaan ekonomi dan keuangan syariah ini akan difokuskan pada empat hal, termasuk pengembangan dan perluasan industri produk halal.

"Fokusnya pada empat hal. Pertama, pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan syariah, social fund, serta kegiatan dan bisnis usaha syariah," katanya lagi. (rvk/rvk)