Belum Mediasi, Ini 3 Poin Pernyataan Menkominfo soal Helmy Yahya Vs Dewas TVRI

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 17:19 WIB
Menkominfo berbicara soal Helmy Yahya dan Dewas TVRI. (Agung Pambudhy/detikcom)
Menkominfo berbicara soal Helmy Yahya dan Dewas TVRI. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Penonaktifan Helmy Yahya dari jabatan Dirut TVRI berbuntut panjang. Kisruh antara Helmy Yahya dan Dewas LPP TVRI diharapkan selesai secara internal.

Menkominfo Johnny rencananya akan melakukan mediasi antara Helmy Yahya dan pihak Dewas. Akan tetapi hal itu belum terealisasi. Pihak Kominfo ingin mendapat informasi dari dua belah pihak terlebih dulu sehingga pertemuan antara Johnny dan pihak Direksi dan Dewas berlangsung secara terpisah.

Dalam jumpa pers di di Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019), Johnny menjelaskan soal proses penyelesaian yang harus ditempuh oleh Helmy dan Dewas. Ada tiga poin yang diutarakan Johnny, berikut ini pemaparannya.


1. Selesaikan Secara Internal

Johnny meminta kisruh di tubuh TVRI ini terselesaikan secara internal. Sebab, menurutnya, TVRI memiliki tugas besar sehingga perlu diselamatkan untuk menjadi media penyiaran yang mentransmisikan kebijakan negara ke publik.

"Sesuai dengan PP juga direksi PP No 13 Tahun 2005, bahwa direksi dibentuk melalui pansel Dewas nah relasi kerja sebagaimana amanat PP tersebut untuk itu yang dapat saya sampaikan di sini bahwa kisruh manajemen di TVRI adalah masalah internal TVRI, karenanya kami berharap itu diselesaikan secara internal oleh TVRI," kata Johnny.


Dia menuturkan, TVRI harus bisa terus beroperasi untuk menyiarkan pemberitaan ke masyarakat. TVRI harus bisa dibenahi dengan mengikuti perkembangan zaman.

"Membenah dirinya untuk menghadapi tantangan zaman perubahan teknologi semakin cepat persaingan di antara stasiun TV dan platform digital, TVRI seharusnya berkembang sebagai penyiaran publik," ujarnya.

Simak Video "Alasan Menkominfo Belum Mediasi Helmy Yahya dan Dewas TVRI"


Selanjutnya
Halaman
1 2