Dukung Erick Copot Dirut Garuda, PAN Harap Bukan Langkah Populis Awal Periode

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 09:54 WIB
Foto: Saleh Daulay (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - PAN mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara gara-gara dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton di pesawat Garuda. Langkah tegas tersebut diharapkan bukan hanya dilakukan di awal periode, tapi juga di masa mendatang.

"Langkah taktis dan cepat Erick Thohir dalam mencopot Dirut Garuda perlu diapresiasi dan didukung. Diharapkan, langkah ini bukan hanya langkah populis di awal periode. Tapi, sangat diperlukan untuk dilanjutkan pada masa berikutnya," kata Wakil Ketua F-PAN DPR Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).


Menurut Saleh, langkah tegas Erick mencopot Dirut Garuda ini bisa menjadi peringatan bagi petinggi BUMN lainnya. Saleh meminta para pimpinan BUMN itu menjalankan tugasnya dengan baik untuk kesejahteraan rakyat.

"Tindakan yang diambil Erick Thohir ini diharapkan akan menjadi peringatan bagi para pimpinan BUMN lainnya. Amanah yang diemban oleh mereka harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh. BUMN haruslah menjadi perusahaan publik yang mendapatkan keuntungan untuk dipergunakan dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat," ujar Saleh.

Dari kasus penyelundupan itu, Saleh melihat ada yang salah di internal Garuda. Karena itulah, Saleh meminta Erick melakukan reformasi yang substantif dengan memperbaiki tata kelola dan manajemen BUMN.

"BUMN harus menjadi perusahaan yang sehat. Tidak boleh jadi beban negara. Sebaliknya, BUMN harus menjadi salah satu sumber terbesar pemasukan keuangan negara setelah pajak," ungkapnya.


"Saya yakin Pak Erick mampu melaksanakan hal itu. Pengalamannya memimpin berbagai perusahaan sebelum ini adalah modal utamanya. Perusahaan swasta saja bisa untung, apalagi perusahaan negara yang dimodali dari dana APBN," lanjut Saleh.

Ari Askhara adalah pemilik Harley yang diterbangkan dari Prancis ke Indonesia. Motor gede itu diterbangkan melalui pesawat Garuda.

Motor tersebut ditaksir memiliki harga Rp 200 hingga 800 juta. Ditambahkan dengan dua sepeda Brompton yang turut dikirim. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar.




Gegara Harley Masuk Pesawat, Erick Thohir Copot Dirut Garuda:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/gbr)