Ide Era Ahok Ganti Tiang Reklame Berbahaya dengan LED Masih Terkendala

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 06:05 WIB
Foto ilustrasi papan baliho/billboard atau tiang reklame (Rolan/detikcom)
Jakarta - Papan baliho/billboard atau biasa disebut sebagai tiang reklame mengandung bahaya, apalagi di musim hujan seperti sekarang. Penebangan tiang reklame di Jakarta sudah diwacanakan sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun hingga kini banyak reklame masih berdiri.

Papan reklame di Warung Buncit Raya Jakarta Selatan dan Cakung Jakarta Timur roboh belum lama ini, beruntung tak ada korban jiwa. Anggota DPRD DKI menyoroti supaya reklame-reklame 'rongsok' ditertibkan saja supaya tak membahayakan warga. Lalu apa sebenarnya kendala Pemprov DKI dalam menebang tiang-tiang reklame itu?



"Sebenarnya mau ditertibkan, tapi ada pemiliknya. Dulu orang saya pernah ditangkap karena dianggap melakukan pengrusakan (terhadap properti reklame), dimasukkan sel tiga hari," kata Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI, Heru Hermawanto, kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Namun demikian, penertiban terus dilakukan. Heru menyatakan sudah hampir 100 tiang reklame yang ditebang di seluruh Jakarta. Kini tiang reklame yang tersisa adalah yang izin masa berlakunya belum habis.



"Sudah kita tebangi banyak banget. Yang eksisting itu kan yang masa berlaku izinnya masih tersisa. Kalau yang izinnya sudah habis, kita tebang seperti reklame-reklame di Gatot Subroto," kata Heru.



Gegara Harley Masuk Pesawat, Erick Thohir Copot Dirut Garuda:


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2