PKS Buka Peluang Calonkan Non-Muslim Pada Pilkada 2020

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 15:30 WIB
Foto: Sohibul Iman di raker F-PKS. (Lisye Rahayu/detikcom).
Foto: Sohibul Iman di raker F-PKS. (Lisye Rahayu/detikcom).
Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman membuka peluang partainya mengusung calon kepala derah non-muslim pada Pilkada 2020. Sohibul menyebut PKS sangat terbuka dengan kondisi di masing-masing daerah.

"Sangat mungkin (mendukung calon non-muslim). Kan PKS sudah dari sejak awal Anda lihat di Papua contoh paling nyata Pak Lukas Enembe itu adalah Bupati dan Gubernur yang sejak Bupati 2 periode diusung PKS. Gubernur 2 periode diusung PKS, ndak ada masalah tadi saya katakan sesuai dengan kondisi kebatinan di daerah itu," kata Sohibul di sela raker Fraksi PKS se-Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). Sohibul menjawab pertanyaan kemungkinan PKS mengusung calon non-muslim di Pilkada serentak 2020.

Sohibul mengatakan pada 2020, ada 270 pemilihan kepada daerah yang akan dilangsungkan secara serentak. Sesuai dengan kesepakatan, dia meminta kadernya untuk memenangkan 60 persen suara.

"Kita di tahun 2020 nanti akan menghadapi kurang lebih 270 Pilkada, ini Pilkada terbesar dari rangkaian Pilkada serentak yang kita laksanakan. Oleh karena itu kita meminta bisa memenangkan Pilkada 2020 ini. Rakernas memutuskan kita ingin menang paling tidak 60 persen Pilkada yang kita ikuti," kata Sohibul.


Selain itu, dia menyebut PKS akan mengikuti 90 persen Pilkada pada 2020 nanti. Sedangkan untuk partai koalisi, Sohibul memberikan kebebasan terhadap PKS yang ada di daerah.

"Karena itu dari 270 mungkin tidak bisa 100 persen, kita minta setidaknya kita ikut 90 persen, dari 90 persen kita meminta bisa memenangkan 60 persen dengan partai koalisi. Koalisi kita bebaskan silakan berkoalisi dengan partai manapun yang cocok dengan kondisi kebatinan," ucapnya.

Simak Video "KPU Tunggu Putusan MK Soal Larangan Eks Koruptor Maju Pilkada 2020"


Selanjutnya
Halaman
1 2