Bali Democracy 2019, Wamenlu Berpesan ke Milenial yang Superaktif di Medsos

Bali Democracy 2019, Wamenlu Berpesan ke Milenial yang Superaktif di Medsos

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 22:32 WIB
Bali Democracy Forum (BDF) ke-12. (Ibnu/detikcom)
Bali Democracy Forum (BDF) ke-12. (Ibnu/detikcom)
Bali - Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar bertemu dengan para delegasi Bali Democracy Students Conference di Bali. Mahendra berharap para generasi milenial itu lebih berperan aktif dalam berdemokrasi.

"Saya menekankan bahwa anak muda kalau sudah aktif dan superaktif di social media dan sebagainya jangan lupa berikan suara di kotak suara. Karena kadang-kadang lupa, sudah aktif 24 jam, 7 hari sudah tidak perlu berikan suara," kata Mahendra di Courtyard Nusa Dua, Bali, Rabu (4/12/2019).

Bali Democracy Students Conference merupakan rangkaian dari acara Bali Democracy Forum (BDF) ke-12. Para delegasi itu merupakan para mahasiswa dari 55 negara peserta BDF ke-12.



Ia mengatakan peran serta anak muda sangat penting bagi proses demokrasi. Ia pun memberikan contoh peristiwa referendum yang gagal karena banyak anak muda tak ikut memberikan suara dalam proses voting.

"Saya contohkan di negara lain yang ternyata adanya referendum itu kalah karena justru para pemuda turnout, yang betul-betul datang ke kotak suara hanya 30 persen," ujarnya.

Ia mengatakan hal seperti itu tidak akan terjadi di Indonesia. Menurutnya, para generasi muda Indonesia sudah mulai peduli pada proses demokrasi.

"Saya sampaikan Indonesia tidak begitu. Indonesia jumlah rasio generasi muda yang datang sama dengan kelompok umur lain. Jadi demokrasi aktif harus sampai ke suara," sebutnya.



Ia mengaku para delegasi Bali Democracy Students Conference terkesan atas proses demokrasi di Indonesia. Ia mengatakan mereka tertarik belajar demokrasi Indonesia.

"Yang hadir di youth representative itu dan yang ditanyakan beragam tapi secara garis besar yang dan penting adalah mereka ingin belajar dari demokrasi Indonesia yang dikaitkan dengan pengaruh maupun instrumen digital," ucapnya.

Pada akhir pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyempatkan diri hadir menyapa para mahasiswa itu. Ia mengatakan Bali Democracy Forum ke-12 mengangkat tema 'Democracy and Inclusivity'.

"Tema tahun ini kebetulan mengenai masalah inklusivitas. Saya sampaikan bicara inklusif maka di situ ada generasi muda yang penting di situ juga ada isu perempuan. Inklusivitas demokrasi tidak mungkin untuk tidak memasukkan kaum muda," ujar Retno. (ibh/idn)