Cerita Prabowo 'Tanpa Negara' dan Momen Ingin Pulang dari Yordania

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 19:48 WIB
Prabowo Subianto (Dok Facebook Prabowo Subianto)

Prabowo memutuskan meninggalkan Jakarta di tengah pusaran masalah yang membelitnya. Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie mencopot jabatannya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Setelah itu, karier militernya berakhir di Dewan Kehormatan Perwira pada Agustus 1998 karena dinilai bertanggung jawab atas penculikan aktivis.

Majalah Tempo edisi 28 Desember 1998, menyebutkan bahwa saat itu Prabowo tak langsung menuju Yordania. Anak begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu terlebih dulu terbang ke Amerika Serikat (AS) bersama Siti Hediati Hariyadi dan anaknya Ragowo Hediprasetyo.



Sebulan berada di Boston, Amerika Serikat untuk mencarikan sekolah bagi putra tunggalnya itu, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Amman. Kabarnya putra Raja Hussein, Pangeran Abdullah yang mengundang.

Femi Adi menuliskan Pangeran Abdullah menelpon Prabowo. "What can I do? You're my friend," ujar Pangeran Abdullah. Pangeran Abdullah yang kini menjadi Raja Yordania bertemu Prabowo secara tak sengaja pada awal Desember 1995. Waktu itu, Abdullah berkunjung ke Jakarta untuk bertemu Menristek BJ Habibie. Pertemuan itu tak terjadi walau sang pangeran sudah menunggu beberapa hari.

Abdullah sempat kecewa dan membuat Dubes Yordania di Jakarta kelabakan. Untungnya dia mau diajak menghadiri pelantikan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto. Kebetulan Abdullah juga merupakan pimpinan pasukan khusus di Yordania.

Cerita Prabowo 'Tanpa Negara' dan Momen Ingin Pulang dari YordaniaRaja Yordania Abdullah II (Reuters)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6