Polisi Tembak Mati Pengedar 20 Kg Sabu Jaringan Palembang-Jakarta

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 14:38 WIB
Foto: Barang bukti sabu yang diamankan dari pelaku (Samdhuha-detikcom)
Jakarta - Polisi menembak mati pengedar sabu jaringan Palembang-Jakarta. Diduga pelaku sudah edarkan 20 kg sabu dan terpaksa ditembak karena melawan petugas.

Kasus itu bermula dari adanya laporan masyarakat tentang adanya peredaran sabu di seluruh wilayah Jakarta. Setelah diselidiki, polisi menangkap tersangka M alias A pada 1 Desember 2019 di depan Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan dan berhasil mengamankan sabu seberat 3.237 gram.

Polisi Tembak Mati Pengedar 20 Kg Sabu Jaringan Palembang-JakartaFoto: Barang bukti sabu yang diamankan dari pelaku (Samdhuha-detikcom)


"Modusnya di sini kamuflase dalam bungkus teh Cina. Ini jaringan Palembang-Jakarta. Satu tersangka berhasil kita tangkap inisial M alias A," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Kepada polisi, tersangka M mengaku sudah 4 hingga 5 kali mengedarkan dan menjadi kurir sabu di Jakarta. Sekali mengambil barang, tersangka M mengambil dengan berat 5 kg sabu.



M kerap mengedarkan sabu dengan cara mengecer per 200 gram. Yusri mengatakan, tersangka diduga sudah mengedarkan sabu dengan total seberat 20 kg.

"Pengakuan awal dia sudah 4 sampai 5 kali (mengambil sabu dan mengedarkan), ini berarti sekitar 20 kilogram dia," jelas Yusri.

M mengaku dibayar sebesar Rp 20 juta setiap kali mengedarkan sabu seberat 1 kg. Bahkan biaya kontrakan M sebesar Rp 10 juta perbulan disebutnya dibayar oleh DPO A yang juga disebut-sebut pemilik sabu yang diedarkan M.

"Upahnya Rp 20 juta setiap kirim 1 kg sabu-sabu. Bahkan kontrakan M itu dibayarkan oleh A yang DPO itu sekitar Rp 10 juta. Polda Metro Jaya masih mengejar kepemilikan barang," kata Yusri.

Selanjutnya
Halaman
1 2