Hantu Cekik Masih Gentayangan, Demak Mencekam
Jumat, 18 Nov 2005 10:25 WIB
Demak - Situasi empat kecamatan di Demak masih cukup mencekam. Warga meyakini hantu cekik yang dalam bahasa setempat dikenal dengan istilah cekekan, masih bergentayangan di daerah mereka.Situasi yang sangat terasa terjadi ketika hari menjelang malam sekitar pukul 18.00 WIB. Warga terlihat duduk-duduk di luar rumah secara bergerombol. Bahkan tidak sedikit warga yang tidur dengan alas tikar di dekat jalan.Sejumlah warga lainnya berkeliling di desanya dengan peralatan seadanya seperti pentungan. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang naik kendaraan. Mereka menghampiri tiap kerumuan warga dan menanyakan situasi terakhir.Situasi seperti itu akan bertahan hingga larut malam. Sekitar pukul 22.30 WIB, Kamis (17/11/2005) di Desa Wonokerto, Sayung, warga masih bertahan melek. Di sepanjang Jalan Semarang-Demak, hal itu juga terjadi."Tadi malam, hantunya tidak muncul. Tidak ada korban. Meski demikian, warga masih terus berjaga dengan berkeliling desa," tutur salah satu warga Rejosari, Karang Tengah Demak, Warto kepada detikcom, Jumat (18/11/2005).Warto mengaku desanya sempat diguyur hujan. Bisa jadi, karena guyuran hujan itu, hantu tidak muncul. Sebab, ada keyakinan bahwa hantu itu bakal hilang, jika ada hujan.Di Desa Blero lain lagi. Warga masih diserang hantu cekik. Malam kemarin, paling tidak ada tiga orang yang jadi korban. Tapi semuanya terselamatkan."Di desa kami, cekekan masih menyerang. Di desa sebelah, ada orang yang sampai pingsan. Tapi saya tidak tahu pasti siapa yang pingsan itu," kata Uki.Kejadian serupa masih saja terjadi di empat kecamatan yakni Sayung, Karang Tengah, Bonang, dan Guntur. Warga bersatupadu mengaktifkan jaga malam. Gara-gara hantu cekik, solidaritas antarwarga terbangun dengan sendirinya. Hantu itu seperti common sense bagi warga setempat hingga kini.
(asy/)











































