detikNews
2019/12/03 19:58:33 WIB

Bahas Amandemen Bareng MPR, Tengku Zul Ungkit Salam Semua Agama-Kasus Ahok

Yoki Alvetro - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bahas Amandemen Bareng MPR, Tengku Zul Ungkit Salam Semua Agama-Kasus Ahok Ustaz Tengku Zulkarnain (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Pimpinan MPR mendatangi MUI untuk dimintai pendapat terkait rencana amandemen terbatas UUD 1945. Dalam kesempatan itu, Wasekjen bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Tengku Zulkarnain, menyampaikan beberapa hal.

"Negara menjamin untuk memeluk agama, menurut saya ayat ini hampir tidak berlaku. Sekarang beberapa menteri-menteri kita sudah membicarakan melarang masalah cadar, celana cingkrang dipermasalahkan. Negara menjamin bukan melarang," kata Tengku Zul di gedung MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, larangan ASN menggunakan cadar dan celana cingkrang merupakan diskriminasi. Dia mengatakan semestinya aturan tersebut tak boleh melanggar UUD 1945.


Tengku Zul lalu menyinggung soal polemik salam semua agama. Dia mengatakan presiden sebelum Joko Widodo (Jokowi) tak ada yang menggunakan salam semua agama.

"Bung Karno itu nasionalis assalamualaikum, Pak Harto gitu juga, Gus Dur malah pakai assalamualaikum. Pak Habibie sama, Ibu Megawati assalamualaikum, Pak SBY assalamualaikum ditambah salam sejahtera. Sekarang kok enam agama dipake? Padahal Undang-Undang Dasar '45 itu jelas, negara menjamin warga negara untuk memeluk agama sesuai kepercayaan masing-masing. Masing-masing bukan campur-campur. Nanti kalau Pak Jokowi pidato di PBB itu satu jam salam aja, karena ada seratus agama di dunia. Repot ini," bebernya.

Dia lalu bicara soal penodaan agama yang menurutnya hanya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dihukum. Dia lalu membandingkan Ahok dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Pertemuan MUI dan pimpinan MPR dalam membahas amandemen UUD 1945Pertemuan MUI dan pimpinan MPR dalam membahas amandemen UUD 1945 (Yoki Alvetro/detikcom)

"Ketiga, derasnya penghinaan agama. Belum saya lihat penghina agama itu yang dihukum benar-benar kecuali Ahok. Itupun setelah turun jutaan orang demo. Ketika sudah dipanggil polisi, presiden membawa Ahok meresmikan, melihat-lihat jembatan Semanggi Dua, padahal dia tersangka. Giliran Anies, Persija menang mau ambil piala, dilarang, padahal dia gubernur. Ini yang begini-begini membuat kita panas. Nanti Sumatera merdeka baru kaget kalian. Betul, udah jijik kali lihat begini, dari Aceh sampai Lampung udah jijik kali lihat ini," ungkapnya.


Tonton juga Habib Rizieq Singgung Pelengseran Ahok dan 9 Naga di Reuni 212 :




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com