JK: Jika Partai Tidak Bersih, Bagaimana Mau Bicara Antikorupsi?

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 16:06 WIB
Mantan Wapres Jusuf Kalla dalam diskusi bertajuk 'Golkar Memperkuat Partisipasi Masyarakat Indonesia'. (Alfons/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbicara soal cara memperkuat partisipasi politik masyarakat. JK mengatakan partai politik yang demokratis menjadi salah satu caranya.

Awalnya JK mengulas soal tiga hal dasar yang berubah setelah reformasi, yakni otoriter menjadi demokrasi, otonomi, dan kebebasan pers. JK kemudian berbicara partai sebagai salah satu sistem demokrasi yang mewakili masyarakat.

"Parpol ialah suatu instrumen fundamental suatu sistem demokrasi, karena sistem demokrasi ialah suara rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, dan tentu bagaimana rakyat mengambil suatu keputusan atau pedoman untuk negara itu. Tidak mungkin 270 juta orang semua bersuara," kata JK saat dalam diskusi bertajuk 'Golkar Memperkuat Partisipasi Masyarakat Indonesia' di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).


JK menyebut partai sebagai bagian penting untuk memperkuat demokrasi di masyarakat. Menurutnya, tujuan tersebut tidak akan tercapai kalau partai sendiri tidak demokratis.

"Sehingga kalau parpol ingin menjadi bagian dari demokrasi ingin mempunyai, melibatkan seluruh masyarakat, ingin banyak pemilih, maka partai itu juga harus demokratis karena tidak mungkin partai sebagai instrumen pokok demokrasi partainya tidak demokratis," ucap JK yang juga mantan Ketua Umum Golkar itu.
Selanjutnya
Halaman
1 2