Hakim ke TW: Piutang USD 2 Juta Dibeli Rp 2 Miliar, Kok Bisa Murah?

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 16:00 WIB
Foto: TW di PN Denpasar (adit/detikcom)

TW juga menepis tudingan dia ingin menguasai Hotel Kuta Paradiso. Dia menyebut ingin membantu Harijanto untuk mendirikan usahanya.

"Isu-isu bahwa kami beli ini untuk mengusai Hotel Kuta Paradiso tidak benar. Kami tidak pernah berpikir ingin menguasai Kuta Paradiso. Kami hanya ingin di mata peminjam uang yang dimiliki Bank CCB, Bank nomer 5 terbesar internasional itu mengerti bahwa mereka tenang saja menjalankan usahanya memberi pinjaman ke Indonesia karena ada kepastian hukum bagi investor," urainya.

"Tujuan kami hanya itu oleh karena itu saya dengan pede atas nama saya pribadi tanpa nominee. Saya berharap message ini nyampai ke terdakwa. Andaikata ini barang selesai mungkin lawyer kami tidak akan periksa-periksa kasus pidana sekarang ini," tutur TW.


Dalam kasus ini, Harijanto Karjadi didakwa bersama-sama dengan kakaknya Hartono Karjadi (DPO) melakukan pemalsuan akta otentik dan penggelapan. Akibatnya, pengusaha Tomy Winata (TW) mengalami kerugian USD 20.389.661.

Akibat perbuatannya, Harijanto dijerat dengan Pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 266 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hakim ke TW: Piutang USD 2 Juta Dibeli Rp 2 Miliar, Kok Bisa Murah?
Halaman

(ams/asp)