Fadli Zon Anggap Permenag Majelis Taklim Aturan Terpapar Islamofobia

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 14:37 WIB
Fadli Zon (Lisye/detikcom)
Fadli Zon (Lisye/detikcom)


Lebih lanjut, Fadli meminta peraturan yang ada tidak menyulitkan majelis taklim. Menurut dia, majelis taklim adalah kegiatan informal dan tidak perlu harus terdaftar di Kementerian Agama.

"Sudahlah, kita ini guyub, masyarakat kita masyarakat guyub, nggak usah majelis taklim harus didaftarkan notaris, dilaporkan, dan sebagainya. Mereka kan ada yang individu dan kelompok alumni apa segala macam membuat majlis taklim sendiri," ucap Fadli.

"Nggak perlu didata, didaftarkan oleh seperti itu akan menimbulkan resistensi. Nanti orang akan semakin muak. Semakin muak dengan peraturan-peraturan yang terpapar Islamofobia ini," imbuhnya.

Seperti diketahui, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Permenag Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Pasal 6 ayat (1) menyebutkan majelis taklim wajib terdaftar di Kemenag.


Fachrul menegaskan aturan dibuat untuk memudahkan Kemenag dalam memberikan bantuan. PMA Majelis Taklim terdiri atas enam Bab dengan 22 pasal. Regulasi ini antara lain mengatur soal tugas dan tujuan majelis taklim, pendaftaran, penyelenggaraan yang mencakup pengurus, ustaz, jemaah, tempat, dan materi ajar.

"Supaya kita bisa kasih bantuan ke majelis taklim. Kalau tidak ada dasarnya, nanti kita tidak bisa kasih bantuan," tegas Menag Fachrul, Jumat (29/11) seperti dikutip dari situs Kemenag.
Halaman

(azr/haf)