Airlangga Pilih Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi daripada Bahas Amandemen

Airlangga Pilih Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi daripada Bahas Amandemen

Uji Sukma Medianti - detikNews
Senin, 02 Des 2019 18:56 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengungkap alasan sikap dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang tidak ingin membahas amandemen UUD 1945 dalam waktu dekat.

Lodewijk menilai ada masalah krusial lain yang harus dipentingkan daripada melakukan perubahan amandemen.

"Kita sedang menghadapi masalah krusial ekonomi," kata Lodewijk di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (2/12/2019).


Ekonomi dunia, kata Lodewijk, tengah menghadapi kondisi yang tidak pasti. Dalam hal ini, perekonomian Indonesia memang masih mampu tumbuh bagus di angka 5 persen.

Namun, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China juga Korsel dan Jepang memberi imbas yang kurang baik. Sehingga jangan sampai wacana yang bergulir membuat kondisi politik dalam negeri menjadi gaduh.

"Secara global ekonomi sedang tidak sehat jadi kita harus konsentrasi ke sana jangan fokus ke hal yang buat gaduh," tuturnya.

"Itu masih panjang pembahasan amandemen. Kenapa kita gak bicara soal pertumbuhan ekonomi, memberantas kemiskinan, kesejahteraan dan tenaga kerja. Mari kita konsentrasi ke sana. Apakah kementerian ini conquer, DPR saja belum kita dengar pendapatnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto yang hendak mencalonkan kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar mengatakan amandemen UUD 1945 dalam waktu dekat tidak perlu. Dia berharap wacana amandemen dikaji mendalam.

"Amandemen dalam waktu dekat tidak perlu. Kami akan mengkaji secara dalam," ujar Airlangga di DPP Golkar.

Dia menilai saat ini kondisi ekonomi dunia tidak stabil dan ASEAN merupakan satu-satunya kawasan yang ekonominya 'bisa bernapas'. Kondisi ASEAN, kata Airlangga, sangat dipengaruhi Indonesia.


"Golkar konkret. Dalam perekonomian sekarang, instabilitas dunia, satu-satunya yang dunia bisa nafas ekonominya adalah di ASEAN. Artinya, stabilitas politik ada di ASEAN dan stabilitas politik di ASEAN itu 50% ada di Indonesia," kata Airlangga.

Dia menyebut Indonesia sebagai 'udara' bagi dunia. Oleh sebab itu, stabilitas politik Indonesia penting.

Munas Partai Golkar sendiri akan berlangsung pada 3-5 Desember 2019 di Hotel Ritz Carlton Jakarta dan dapat disaksikan streaming pada 3 Desember 2019 mulai pukul 19.00 WIB di detikcom. (ujm/ega)