TKI Yuli Ditahan Gegara Tulisan Demo Hong Kong? Ini Kata KJRI

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 02 Des 2019 15:27 WIB
Foto Ilustrasi: Yuli Riswati saat menerima penghargaan Taiwan Literature Award for Migrants 2018 (Situs Taiwan Literature Awards)
Foto Ilustrasi: Yuli Riswati saat menerima penghargaan Taiwan Literature Award for Migrants 2018 (Situs Taiwan Literature Awards)
Jakarta - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Yuli Riswanti sudah ditahan selama 29 hari di Hong Kong. Menurut Federasi Pekerja Domestik Internasional (IDWF), Yuli ditahan karena menulis tentang demonstrasi Hong Kong. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong menanggapi.

KJRI menyampaikan, Yuli ditahan Imigrasi Hong Kong karena kasus melebihi izin tinggal (overstay). Pelanggaran jenis itu adalah perbuatan pidana di Hong Kong. KJRI berupaya memberi pendampingan hukum, namun pihak Yuli dinyatakannya menolak.

"Dari sejak awal KJRI mengikuti kasus ini, KJRI selalu berupaya memberikan bantuan, namun yang bersangkutan menolak dibantu oleh KJRI. Namun demikian kami selalu berkoordinasi dengan pihak imigrasi Hong Kong memastikan agar hak-hak hukum yang bersangkutan dijamin," kata KJRI Hong Kong lewat keterangan tertulis, disampaikan Konsul Muda Penerangan Sosial dan Budaya, Vania Lijaya, Senin (2/12/2019).



Yuli telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman denda HKD 1.000 dengan percobaan selama satu tahun. Yuli disebut IDWF bekerja di tempat yang sama dengan wartawan Indonesia yang pernah tertembak di Hong Kong, Veby Mega Indah, yakni media untuk orang Indonesia di Hongkong bernama Suara.

Lantas, apa benar Yuli ditahan karena tulisannya terkait demonstrasi Hong Kong?

"KJRI Hong Kong tidak dapat berspekulasi mengenai kaitan proses hukum keimigrasian yang dihadapi Saudari Yuli dengan tulisan yang bersangkutan mengenai demonstrasi di Hong Kong, sebagaimana diberitakan di media. Namun demikian, KJRI Hong Kong terus memonitor pemenuhan hak-hak Saudari Yuli sesuai hukum setempat yang berlaku," tutur KJRI.

Simak Video "Kemenaker Bangun LTSA untuk Melindungi TKI"


Selanjutnya
Halaman
1 2